Tangerang Berlakukan PJJ Selama Cuaca Ekstrem

3 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, memberlakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi seluruh satuan pendidikan di tingkat PAUD, SD hingga SMP setempat. Kebijakan tersebut dikeluarkan melalui Surat Edaran (SE) Nomor: B/400.3.5.5/095/I/Disdik/2025.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang Agus Supriatna mengatakan, keputusan itu diambil guna menjaga kesehatan dan keselamatan peserta didik di tengah cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kabupaten Tangerang.

"Hal itu antisipasi terjadinya hal yang tidak diinginkan dari kondisi cuaca. Kemudian, adanya banjir dan sebagainya, ini juga kita akan memberikan arahan kepada sekolah-sekolah," ujar Agus Supriatna, Jumat (23/1/2026).

Menurut dia, situasi darurat bencana yang melanda wilayah Kabupaten Tangerang saat ini memerlukan langkah antisipasi bersama. Kendati demikian, beberapa ketentuan mesti dipilih dan dijalankan oleh pemerintah daerah.

Di antaranya adalah instruksi bagi satuan pendidikan yang mengalami banjir dan tidak memungkinkan untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah. Dalam hal ini, sekolah dapat melaksanakan PJJ dengan sepengetahuan dan persetujuan Dinas Pendidikan, melalui pengawas sekolah.

"Sebagai upaya pencegahan risiko, apabila di area satuan pendidikan terdapat pohon yang berpotensi tumbang dan membahayakan keselamatan, maka perlu dilakukan pemangkasan," tuturnya.

Pihaknya juga mengingatkan setiap satuan pendidikan untuk tidak menggunakan ruang belajar yang berpotensi membahayakan keselamatan. Dengan demikian, pelaksanaan KBM agar disesuaikan dengan kondisi masing-masing sekolah.

Selanjutnya, pihak pengawas sekolah agar segera melaporkan daftar satuan pendidikan yang melaksanakan PJJ kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang.

"Karena memang ada beberapa kejadian, seperti atapnya yang runtuh di SMAN 5, seperti itu harus dihindari. Kemudian, juga kebanjiran juga akan membahayakan anak siswa juga. Kondisi-kondisi cuaca ekstrim ini memang hal yang kadang-kadang kita tidak duga bisa terjadi," ujarnya.

Banjir melanda beberapa wilayah kecamatan di Kabupaten Tangerang. Bahkan, sekitar 16 sekolah telah terendam.

Namun demikian, menurut Agus, ada beberapa bangunan sekolah juga digunakan sebagai tempat pengungsian bagi para korban bencana. Dengan begitu, kebijakan terkait PJJ perlu dilakukan oleh pemerintah setempat.

"Berdasarkan informasi dari bidang-bidang sekolah, sudah melapor ke kami bahwa ada sekitar 13 sekolah dasar yang terdampak banjir. Kemudian, ada tiga SMP juga terdampak banjir. Di daerah sekitar pantura Pakuhaji atau Kosambi, terdapat dua sekolah dasar yang digunakan untuk penampungan warga," kata dia.

sumber : Antara

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research