Sutradara The Voice of Hind Rajab Desak Sineas Bersuara tentang Gaza

3 days ago 7

Salah satu adegan di film The Voice of Hind Rajab. Sutradara asal Tunisia, Kaouther Ben Hania, mencuri perhatian saat hadir di ajang BAFTA Awards 2026. Dalam wawancara di karpet merah BAFTA, pembuat film The Voice of Hind Rajab menyerukan agar selebritas menggunakan pengaruh mereka untuk bersuara tentang Gaza, Palestina.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sutradara asal Tunisia, Kaouther Ben Hania, mencuri perhatian saat hadir di ajang BAFTA Awards 2026. Dalam wawancara di karpet merah BAFTA, sutradara film The Voice of Hind Rajab ini menyerukan agar selebritas menggunakan pengaruh mereka untuk bersuara tentang Gaza, Palestina.

"Saya pikir selebritas, mereka memiliki pengaruh. Mereka harus menggunakan kekuatan mereka untuk membela keadilan dan menuntut pertanggungjawaban. Aku merasa itu sangat-sangat penting," kata Ben Hania seperti dilansir laman Outlook, Rabu (25/2/2026).

Komentarnya muncul ketika film dokumenter arahannya The Voice of Hind Rajab mendapatkan nominasi BAFTA. Film ini berpusat pada pembunuhan seorang gadis Palestina berusia lima tahun oleh militer Israel bernama Hind Rajab pada 29 Januari 2024.

Ben Hania sebelumnya menjadi sorotan di gala Cinema for Peace Berlinale 2026, di mana ia menolak untuk menerima penghargaan Most Valuable Film untuk film The Voice of Hind Rajab. Dalam kesempatan itu, ia menolak penghargaan tersebut karena mengetahui ada seorang jenderal Israel yang menerima penghargaan di segmen lain. Ben Hania bahkan meninggalkan trofi di atas panggung sebagai bentuk protes.

Sikap tersebut muncul di tengah kritik sejumlah seniman terhadap institusi perfilman internasional yang dinilai menerapkan standar ganda dalam menyikapi berbagai konflik global. Upacara BAFTA 2026 yang digelar di Royal Festival Hall, London, dan dipandu oleh Alan Cumming, diwarnai sejumlah pidato emosional. Meski The Voice of Hind Rajab tidak mendominasi perolehan penghargaan, kehadirannya memastikan bahwa isu Gaza tetap menjadi bagian dari percakapan di panggung penghargaan film terbesar di Inggris tersebut.

Pernyataan Ben Hania menambah diskusi yang sedang berlangsung tentang peran seniman dalam krisis politik. Baik melalui pidato penghargaan maupun wawancara di karpet merah, BAFTA 2026 sekali lagi membuktikan bahwa penghargaan film tidak terisolasi dari realitas global.

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research