REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Tren startup di kalangan mahasiswa terus menunjukkan pertumbuhan positif dalam beberapa tahun terakhir. Kampus kini tidak lagi jadi sekadar ruang belajar teori, tetapi berkembang menjadi laboratorium inovasi yang melahirkan berbagai solusi berbasis teknologi. Mahasiswa semakin berani memulai usaha sejak dini dengan memanfaatkan peluang digital untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
Fenomena ini didorong oleh meningkatnya literasi digital, kemudahan akses teknologi, serta dukungan ekosistem kampus yang semakin kuat. Ide bisnis mahasiswa lahir dari tugas perkuliahan, riset, hingga permasalahan nyata di lingkungan sekitar. Sektor yang dikembangkan pun beragam, mulai dari pendidikan, pariwisata, hingga layanan berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Sebagai Kampus Digital Bisnis, Universitas Nusa Mandiri (UNM) memperkuat perannya melalui Nusa Mandiri Startup Center (NSC) dalam membangun ekosistem bisnis rintisan mahasiswa. NSC menghadirkan program inkubasi, mentoring bisnis, pelatihan pitching, hingga pendampingan akses jejaring industri dan peluang pendanaan.
Kepala NSC Siti Nurlela, menegaskan startup mahasiswa bukan sekadar tren, melainkan bagian dari transformasi pendidikan tinggi berbasis inovasi.
“Startup mahasiswa bukan hanya mengikuti tren digital, tetapi menjadi ruang aktualisasi ide dan solusi yang berdampak. Di UNM sebagai Kampus Digital Bisnis, kami mendorong mahasiswa untuk berani menguji gagasan, memvalidasi pasar, dan membangun model bisnis yang berkelanjutan,” ujarnya dalam rilis yang diterima, Selasa (23/3/2026).
Ia menambahkan peran NSC tidak hanya sebatas pembinaan teknis, tetapi juga memastikan setiap ide memiliki arah pengembangan yang jelas.
“Kami mendampingi mahasiswa mulai dari eksplorasi ide, penyusunan model bisnis, hingga kesiapan pitching kepada investor. Targetnya bukan sekadar melahirkan startup, tetapi mencetak founder muda yang siap bersaing di industri digital,” kata dia.
Melalui kolaborasi antara mahasiswa, dosen, dan NSC, Universitas Nusa Mandiri terus memperkuat ekosistem startup kampus. Mahasiswa tidak hanya dipersiapkan sebagai job seeker, tetapi juga sebagai job creator yang mampu menciptakan lapangan kerja di era ekonomi digital.
“Tantangan dunia startup memang semakin kompleks. Namun, dengan pendampingan yang konsisten dan lingkungan yang suportif, optimisme terhadap lahirnya startup unggul dari bangku perkuliahan tetap terbuka lebar. UNM sebagai Kampus Digital Bisnis berkomitmen menjadi ruang tumbuh bagi generasi founder masa depan,” ucap dia.

3 hours ago
2













































