Sosok Kontroversial Erich von Daniken Wafat, Percaya Bahwa Alien Membangun Piramida Mesir, Inca dll

5 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, ZURICH -- Kabar duka dari dunia konspirasi alien. Erich von Daniken, pengarang asal Swiss yang memopulerkan argumen bahwa alien ikut membangun sejumlah monumen bersejarah di bumi, meninggal dunia di usia 90 tahun. Demikian seperti dikabarkan Reuters, Ahad (11/1/2026).

Pandangan Erich yang memang antimainstream ilmiah ini dicibir oleh para ilmuwan dan arkeolog. Namun buku-bukunya, maupun tayangan televisinya menyedot pembaca dan penonton karena 'ajaib'.

Erich menulis buku 'Chariots of the Gods?' pada 1968. Buku ini laris manis. Terjual jutaan eksemplar hingga kini. Dicetak ulang berkali-kali. Di halaman-halaman buku itu, Erich memaparkan tesis bahwa mahluk asing 'alien' berkali-kali singgah ke bumi. Saban mampir, alien itu meninggalkan bukti di peradaban Inca, Mesir, lukisan gua, hingga ke situs-situs besar lainnya.

"Butuh keberanian untuk menulis buku ini. Tapi yang mau membacanya, lebih bernyali lagi," kata Erich dalam pembukaan bukunya. Erich pun sudah mengetahui bahwa pendapatnya soal alien membangun peradaban di bumi ini bakal ditentang habis-habisan oleh ilmuwan lain. Bahkan bakal dianggap omong kosong. Tapi ia jalan terus.

Dan memang itulah yang terjadi. Sejalan dengan cetak ulang bukunya, demikian pula kontroversi buku itu di publik yang sudah membacanya. Ilmuwan menolak mentah-mentah klaim Erich, menyebutnya sebagai fantasi dan menjurus pseudoscience. Pseudosains adalah 'ilmu semu' dalam arti: klaim ilmiah yang diambil dengan metode yang tidak shahih atau tidak mengikuti kaidah ilmu pengetahuan yang lazim.

Saking meledaknya klaim alien dan peradaban manusia di bumi itu, majalah bergengsi Jerman Der Speigel sampai menurunkan tulisan khusus 'mengejek' Erich. Di halaman muka majalah itu, yang terbit pada 1973 tertulis, 'The Daniken Hoax'.

Atau seperti yang astronom terkemuka Carl Sagan pernah menegaskan, "Klaim yang luar biasa tentu butuh pembuktian yang juga luar biasa." Erich sampai akhir hayatnya tidak pernah bisa membuktikan hal ini.

Semasa hidupnya Erich menerbitkan 40 buku dan puluhan wawancara termasuk dokumenter. Bukunya dicetak lebih dari 70 juta eksemplar dan diterjemahkan ke 30 bahasa. Sampai saat ini bukunya, terutama Chariots of the Gods tetap dikutip di beberapa acara sains popular di televisi maupun youtube.

Di satu sisi, terlepas dari tesis alien nya, buku Erich memang memancing publik untuk lebih dekat kepada arkeologi dan situs-situs besar di seluruh dunia.

Memangnya, Erich itu seorang ilmuwan atau arkeolog? Tidak, tuh. Latar belakangnya ya warga biasa saja. Ia bekerja di salah satu hotel di timur Swiss. Ia jadi manajernya. Ia bahkan pernah masuk penjara gara-gara kasus penipuan.

Resensi buku The New York Times pada 1974 mengkritisi pandangan Erich yang menganggap manusia bumi inferior ketimbang alien yang superior. Bahwa segala monumen besar memiliki jejak perbantuan oleh alien. Memangnya manusia tidak bisa bikin seperti itu sendiri, tanpa bantuan warga asing?

"Metode Erich adalah menggunakan sudut pandang yang negatif - bahwa manusia zaman dahulu bodoh tidak bisa berpikir apalagi berbuat membangun monumen itu - yang membuktikan secara positif bahwa kemampuan dan kepintaran itu milik alien, warga bumi hanya membantu saja."

Menariknya, disemprot sana sini oleh kalangan ilmuwan dan pers, Erich bergeming. "Lho, kita kan harus tetap rasional dan objektif. Ada ide-ide yang awalnya terdengar utopis, tapi kemudian kan terbukti juga," kata Erich tak mau kalah.

Empat dekade dan puluhan buku membuat Erich jadi figur terkenal di Eropa dan Amerika Serikat. Buku-bukunya jadi candaan mahasiswa arkeologi. Tapi publik tetap membacanya. Investor bahkan tertarik dengan ide Erich. Turut urun duit membangun taman bermain 'Mysteries of The World' di Interlaken, Swis, pada 2003. Tapi tiga tahun kemudian taman ini ditutup, bangkrut.

Yang paling heboh mungkin adalah ramalan Erich bahwa para alien itu bakal mampir lagi tempo-tempo ini. Kedatangan mereka, kata dia, akan mengejutkan semua umat manusia, menghancurkan agama-agama, dan juga menjungkirbalikan sains.

Dokumen lawas dari pemerintah AS yang dibuka pada 2021 membuat asa Erich agak sedikit panjang. Karena di dokumen itu memang terbukti bahwa pemerintah AS berhubungan dengan alien atau memang menemukan peninggalan alien.

"Selama umat manusia menyadari bahwa dirinya bukanlah satu-satunya mahluk di alam semesta, maka alien akan segera kembali ke bumi, ya katakanlah mungkin 10 tahun dari sekarang," kata Erich, dalam wawancara dengan Neue Zuercher Zeitung beberapa waktu lalu. 

sumber : Reuters

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research