Sinergi TNI-BKKBN Memperkuat Peran Orang Tua demi Generasi Emas

3 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Keterlibatan langsung orang tua dalam proses pengasuhan bukan sekadar tugas rutin, melainkan investasi peradaban yang tak ternilai harganya. Di tengah gempuran teknologi, sentuhan kasih sayang dan kehadiran fisik ayah serta ibu menjadi fondasi utama bagi kesehatan mental dan karakter anak.

Ketika orang tua hadir sepenuhnya untuk menyimak, membimbing, dan bermain bersama buah hati, mereka sedang membangun jembatan kepercayaan yang akan memperkokoh ketahanan keluarga serta memastikan anak tumbuh dalam lingkungan yang aman dan penuh dukungan.

Pendidikan keluarga memegang peranan krusial karena keluarga adalah sekolah pertama dan utama bagi setiap individu. Melalui interaksi di rumah, nilai-nilai moral, etika, dan kemandirian mulai ditanamkan jauh sebelum anak mengenal pendidikan formal. Kualitas sumber daya manusia (SDM) masa depan sangat bergantung pada seberapa baik pola asuh yang diterapkan di lingkungan terkecil ini, di mana kecerdasan emosional dan intelektual anak mulai distimulasi.

Lebih jauh, pendidikan keluarga yang terencana mampu menciptakan generasi yang adaptif terhadap tantangan zaman. SDM berkualitas lahir dari keluarga yang memberikan ruang bagi kreativitas namun tetap memegang teguh kedisiplinan dan integritas. Tanpa pendidikan keluarga yang kuat, program-program pembangunan nasional di bidang pendidikan dan ekonomi akan sulit mencapai hasil yang optimal karena akar pembentukan karakternya belum tuntas di tingkat rumah tangga.

Oleh karena itu, investasi pada pendidikan keluarga adalah langkah strategis untuk memutus rantai kemiskinan dan ketertinggalan. Dengan membekali orang tua pengetahuan tentang pola asuh yang tepat, negara sebenarnya sedang menyiapkan pemimpin-pemimpin masa depan yang memiliki empati dan daya saing tinggi. Pada akhirnya, keluarga yang teredukasi adalah pilar utama dalam membangun bangsa yang besar dan bermartabat pada tahun 2026 ini.

Menyadari hal tersebut, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sumatera Selatan melatih warga Palembang melalui program Bina Keluarga Balita (BKB). Kepala Perwakilan BKKBN Sumsel, Arios Saplis, menjelaskan bahwa pelatihan ini diberikan kepada Kader Posyandu di Kecamatan Gandus sebagai upaya meningkatkan kapasitas mereka dalam mengedukasi masyarakat terkait pola asuh yang tepat, pemenuhan gizi seimbang, serta pemantauan tumbuh kembang balita demi mencegah stunting.

Keluarga ideal sendiri bukan berarti keluarga yang sempurna tanpa masalah, melainkan keluarga yang mampu menciptakan komunikasi terbuka, saling menghargai, dan memiliki komitmen untuk bertumbuh bersama. Dalam keluarga ideal, setiap anggota merasa memiliki peran dan tanggung jawab yang jelas, di mana nilai-nilai agama dan budaya menjadi kompas dalam berinteraksi. Keharmonisan hubungan antara suami dan istri menjadi teladan utama bagi anak-anak dalam memahami arti kasih sayang dan kerja sama.

sumber : Antara

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research