Setidaknya empat siswa harus dirujuk ke rumah sakit.
Rep: Bayu Adji Prihammanda,Kamran Dikarma,Bayu Adji Prihammanda,Kamran Dikarma/ Red: Andri Saubani
Sebanyak 136 siswa dan satu guru di SMAN 1 Tunjungan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah (Jateng), diduga mengalami keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (8/9/2026).
REPUBLIKA.CO.ID, BLORA — Sebanyak 136 siswa dan satu guru di SMAN 1 Tunjungan di Kabupaten Blora, Jawa Tengah (Jateng), diduga mengalami keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG). Mereka mengalami diare dan pusing.
Setidaknya empat siswa harus dirujuk ke rumah sakit. Humas SMAN 1 Tunjungan Blora Totok, mengungkapkan, kasus dugaan keracunan MBG bermula dari adanya beberapa siswa yang tidak masuk sekolah pada Selasa (8/9/2026).
“Awalnya ada laporan siswa yang tidak masuk karena diare. Kemudian kami juga mendapati di sekolah itu anak-anak keluar masuk WC,” ucapnya saat diwawancara.
Dia menambahkan, setelah itu, pihak sekolah melakukan koordinasi. Selanjutnya mereka mendata para siswa yang mengalami gejala diare. Hal itu dikonfirmasi Kepala SMAN 1 Tunjungan Blora, Yuni Ni’wati. “Semua yang bergejala diminta ke aula,” ungkap Yuni.
Dari proses pendataan tersebut, sebanyak 136 siswa dan satu guru diduga keracunan MBG yang disajikan pada Senin (7/9/2026). “Tadi di data oleh Dinas Kesehatan, siswa ada 133 dan satu guru. Kemudian tiga siswa yang tidak hadir karena diare, maka kami juga menduga karena keracunan. Sehingga total ada 137,” ucap Yuni.
Menurut Yuni, rata-rata siswa yang diduga keracunan MBG mengalami diare. “Anak-anak lainnya yang selain 137 itu keadaannya baik. Kemudian dari yang 137 itu, empat kami bawa ke rumah sakit. Ini menurut rekomendasi tenaga medis,” ujarnya.
Menu MBG untuk SMAN 1 Tunjungan Blora dipasok oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukorejo 2. Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jateng, Sadimin, mengungkapkan, pihaknya ikut memantau kasus dugaan keracunan MBG di SMAN 1 Tunjungan Blora. “Semua sudah dalam penanganan dari dinkes kabupaten dan pukesmas Tunjungan,” kata dia.
Menurut Sadimin, saat ini masih terdapat satu siswa yang dirawat di klinik. “Anak-anak yang lain sudah dipulangkan,” ucapnya.

2 hours ago
1

















































