Sarapan Bergizi Bersama IHDC Youth-Pesantren Alam Pangrango

3 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Para santri Pesantren Alam Pangrango, Bogor, menjadi peserta program sarapan bergizi yang dilakukan IHDC Youth. Program yang dilaksanakan pada Sabtu(30/5/2026) merupakan bentuk kontribusi organisasi kepemudaan tersebut untuk mendukung upaya peningkatan kualitas gizi anak Indonesia.

Program ini menggabungkan edukasi gizi dengan praktik langsung agar peserta dapat mengenal dan menerapkan kebiasaan makan yang lebih baik dalam kehidupan sehari-hari. Pesantren Alam Pangrango menjadi lokasi awal pengembangan program Sarapan Bergizi karena memberikan kesempatan untuk menghubungkan edukasi gizi dengan pengalaman belajar yang lebih menyeluruh.

Bersama para santri, IHDC Youth turut mengembangkan pemanfaatan hasil panen pesantren sebagai bagian dari proses pembelajaran mengenai pangan, gizi, dan pola makan sehat. Ketua IHDC Youth, Eriq Moeloek, menegaskan, isu gizi merupakan salah satu aspek penting dalam mendukung tumbuh kembang anak dan kualitas generasi Indonesia di masa depan.

Lembaga ini pun menyambut baik berbagai upaya peningkatan kualitas gizi yang menjadi perhatian nasional dan berupaya ikut mengambil bagian melalui program yang dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. “Kami menyambut baik berbagai upaya peningkatan kualitas gizi yang saat ini menjadi perhatian nasional. Sebagai organisasi anak muda, kami ingin ikut mengambil bagian dan memberikan kontribusi melalui kegiatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Melalui Sarapan Bergizi, kami berharap dapat mendukung tumbuhnya kebiasaan makan yang lebih sehat sejak usia dini,” ujar Eriq Moeloek lewat keterangannya pada Ahad(31/5/2026).

Dalam pelaksanaannya, program Sarapan Bergizi mengacu pada 'Pedoman Gizi Seimbang' dan penerapan prinsip 'Isi Piringku' sebagai panduan praktis dalam menyusun pola makan sehari-hari. Para peserta diperkenalkan pada pentingnya konsumsi makanan yang beragam dan seimbang sebagai bagian dari upaya mendukung tumbuh kembang, kesehatan, serta kemampuan belajar anak dan remaja.

Program ini dikembangkan bersama ahli gizi Elsa Hilman-Jenie yang sejak awal terlibat dalam penyusunan konsep edukasi gizi 'Sarapan Bergizi'. Selain membahas gizi seimbang, kegiatan juga mencakup aspek higiene dan sanitasi pangan, termasuk praktik enam langkah cuci tangan, kebersihan dalam pengolahan makanan, serta pentingnya alur kerja dapur satu arah (one way kitchen flow) untuk membantu mencegah kontaminasi silang.

Menurut Elsa, edukasi gizi perlu berjalan beriringan dengan pemahaman mengenai keamanan pangan. Pola makan yang baik tidak hanya berkaitan dengan apa yang dikonsumsi, tetapi juga bagaimana makanan dipilih, diolah, dan disajikan dengan aman. “Melalui program ini kami ingin memperkenalkan prinsip gizi seimbang dalam praktik sehari-hari. Selain memahami komposisi makanan yang seimbang, para santri juga diperkenalkan pada berbagai kebiasaan yang mendukung keamanan pangan dan kesehatan sehari-hari,” ujar Elsa Hilman-Jenie.

Dalam beberapa kegiatan, peserta memanfaatkan hasil kebun pesantren seperti singkong, labu siam, kangkung, dan kacang panjang sebagai bagian dari menu yang disiapkan bersama. Pendekatan ini mengusung konsep from farm to table, yang mengajak peserta memahami perjalanan pangan mulai dari proses budidaya hingga menjadi makanan yang dikonsumsi sehari-hari.

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research