Ribuan Migran Serbu Spanyol, Kedubes Iran: Ini Operasi Khusus Didalangi AS-Israel

12 hours ago 6

Gelombangmigran serbu wilayah Spanyol.

REPUBLIKA.CO.ID, CEUTA -- Invasi ribuan migran ke Ceuta, Spanyol dalam waktu bersamaan telah merenggut nyawa setidaknya 86 orang. Jumlah tersebut diperkirakan akan terus meningkat mengingat banyak korban tenggelam di laut atau terinjak-injak dalam penyerbuan di pos pemeriksaan perbatasan.

Seperti dilansir RT, Ahad (2/8/2026), Kedutaan Besar Iran di Nairobi pada Jumat menggambarkan gelombang migran tersebut sebagai operasi yang diorganisir oleh Washington dan Tel Aviv. Operasi itu dikoordinasikan dengan otoritas negara tetangga tertentu untuk menggoyahkan stabilitas Spanyol.

Mereka juga menyebut krisis tersebut sebagai hadiah bagi sayap kanan ekstrem Eropa dan hukuman bagi negara yang berani menantang Kekaisaran Amerika dan antek-antek Israelnya. Kedubes Iran memperingatkan bahwa 'kekaisaran Amerika' tidak akan pernah menolerir terjadinya pembangkangan.

Baik AS maupun Israel tidak berkomentar mengenai tuduhan tersebut. Namun, Duta Besar Israel untuk PBB, Danny Danon, mengecam penanganan krisis oleh Spanyol.

"Spanyol, yang tidak pernah melewatkan kesempatan untuk memberi ceramah kepada Israel, telah menyatakan keadaan darurat di Ceuta menyusul krisis terkait kebijakan imigrasinya,” tulis Danon di X.

“Mungkin sebelum terus memberi ceramah kepada kita, sudah saatnya mereka menjelaskan kepada dunia mengapa mereka masih mempertahankan kantong-kantong kolonial di Afrika.”

Menteri Transportasi Spanyol Oscar Puente menanggapi unggahan tersebut dengan mengatakan, semuanya tampaknya sudah menjadi cukup jelas.

Komentator sayap kanan AS Alex Jones secara terpisah mengklaim Israel melancarkan invasi Islam ke Spanyol. Ia menuduh Washington mendukung langkah tersebut.

Juru bicara parlemen Partai Kiri Republik Catalan (ERC) Gabriel Rufian juga menyatakan bahwa krisis migrasi tersebut melayani kepentingan AS dan Israel.

Komentar-komentar tersebut muncul di tengah permusuhan yang mendalam antara Madrid dan Israel terkait konflik Gaza dan perang AS-Israel melawan Iran.

Spanyol mengakui Palestina pada Mei 2024, dan menuduh Israel melakukan “genosida” di Gaza. Sanyol juga telah secara permanen menarik duta besarnya dari Israel karena penentangannya terhadap serangan terhadap Iran sambil. Madrid juga menutup wilayah udaranya untuk pesawat AS yang terlibat dalam serangan tersebut.

Menteri Luar Negeri Israel Gideon Sa’ar menuduh Madrid berpihak pada tirani. Sementara Presiden AS Donald Trump mengecam Spanyol, dan mengatakan bahwa negara itu sangat buruk terhadap NATO.

Sementara itu, Iran memuji Spanyol atas posisinya yang “berprinsip” dalam perang tersebut.

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research