KNKT Lakukan Investigasi Awal Kapal Virgo Transport 8

2 hours ago 1

Kapal Virgo Transport 8 mengalami kecelakaan di perairan Laut Jawa, Ahad (13/9/2026) dini hari. Sebanyak 130 orang dilaporkan masih dalam proses pencarian.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) belum memberikan tanggapan terkait perkembangan evakuasi korban Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 yang tenggelam di perairan Masalembo, Laut Jawa. Kasubbag Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat (Datin dan Humas) Sekretariat KNKT, Anggo Anurogo, mengatakan tim investigasi masih melakukan proses investigasi awal terhadap kecelakaan KM Virgo Transport 8.

"Untuk saat ini kami belum bisa memberikan tanggapan karena masih dalam proses investigasi awal KNKT," kata Anggo saat dihubungi, Senin (21/9/2026).

Sebelumnya, Pakar hidrodinamika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya Prof Ir I Ketut Aria Pria Utama menyoroti aspek performa kapal di laut (seakeeping) dalam insiden terbaliknya Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 di Kepulauan Masalembu, Sumenep, Jatim. Guru Besar Departemen Teknik Perkapalan Fakultas Teknologi Kelautan (FTK) ITS itu mengatakan kesesuaian desain kapal dengan karakteristik perairan perlu menjadi perhatian, terutama dalam perancangan kapal yang beroperasi di Indonesia.

"Perlu dikritisi adalah apakah desain kapal buatan Jepang itu sesuai dan direkomendasikan untuk berlayar di lautan Indonesia dengan gelombang tinggi," tutur Prof Ketut di Surabaya, Jatim, Selasa (15/9/2026).

Menurut Ikap, sapaan Prof Ketut, aspek seakeeping atau kemampuan kapal menghadapi kondisi gelombang kerap kurang diperhatikan, sehingga dapat memicu persoalan stabilitas dan kenyamanan gerak kapal saat beroperasi. KM Virgo Transport 8 yang terbalik di perairan Laut Jawa, sekitar Kepulauan Masalembu, Ahad (13/9/2026), diketahui merupakan kapal impor asal Jepang yang telah berusia sekitar 30 tahun.

Namun, Ikap menyebut usia kapal tidak semestinya menjadi persoalan utama selama perawatan dilakukan dengan baik. Ia menjelaskan karakteristik perairan Jepang berbeda dengan Indonesia.

Jarak antarpulau di Jepang relatif dekat, sedangkan Indonesia memiliki wilayah perairan terbuka dengan potensi gelombang besar.

"Karakteristik rute pelayaran yang ekstrem ini menuntut standar desain lambung kapal yang berbeda," katanya.

Menurut Ikap, kapal feri dengan model roll-on/roll-off (roro) dari negara empat musim umumnya memiliki lambung tertutup penuh. KM Virgo Transport 8 juga merupakan kapal jenis roro.

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research