Sejumlah kendaraan melintas di ruas Tol Cikopo-Palimanan, Cirebon, Jawa Barat, Jumat (4/4/2025).
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — PT Pertamina (Persero) memprediksi periode Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah akan berlangsung lebih intens dibandingkan Natal dan Tahun Baru 2025–2026. Proyeksi ini terkait potensi lonjakan kebutuhan energi, masifnya mobilitas masyarakat, serta meningkatnya kompleksitas distribusi energi secara nasional.
PT Pertamina (Persero) menjadikan evaluasi Satgas Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 sebagai pijakan awal menghadapi tantangan Ramadan dan Idulfitri. Pengalaman pengamanan energi selama libur akhir tahun memberi gambaran beban operasional yang berpotensi meningkat pada momen keagamaan mendatang.
"Satgas Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 menjadi awal untuk menghadapi tantangan mempersiapkan Satgas Ramadan dan Idulfitri 1447 H. Momen Ramadan dan Idulfitri diperkirakan lebih intens," kata Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri di Jakarta, dikutip Sabtu (17/1/2026).
Pelaksanaan Satgas Natal dan Tahun Baru berlangsung pada 13 November 2025 hingga 11 Januari 2026. Selama periode tersebut, Pertamina mencatat kenaikan permintaan pada sejumlah komoditas energi utama seiring meningkatnya aktivitas masyarakat dan mobilitas nasional.
Konsumsi gasoline, khususnya BBM jenis Pertamax Series, tercatat meningkat 1 persen dibandingkan rerata konsumsi September–Oktober 2025. Konsumsi gasoil yang mencakup Solar dan Dex Series berada pada level relatif stabil sepanjang masa Satgas.
Avtur mencatat kenaikan 4 persen. Capaian ini antara lain dipengaruhi kebijakan diskon Avtur Pertamina di 37 bandara sebagai dukungan terhadap kebijakan pemerintah menjaga stabilitas harga tiket pesawat. Kenaikan serupa juga terjadi pada LPG yang tumbuh 4 persen seiring meningkatnya aktivitas rumah tangga serta sektor hotel, restoran, dan kafe selama libur Natal dan Tahun Baru.
Simon menjelaskan keberhasilan Satgas Natal dan Tahun Baru ditopang kesiapan infrastruktur dan logistik energi, pemantauan harian sebagai dasar pengambilan keputusan cepat, serta koordinasi lintas fungsi dan lintas subholding. “Ketiga faktor ini memastikan pasokan energi tetap terjaga di tengah lonjakan permintaan,” ujarnya.
Pertumbuhan juga terlihat pada bisnis energi lainnya. Penggunaan kapal distribusi meningkat dibandingkan periode sebelum Satgas, sejalan dengan intensitas penyaluran energi ke berbagai wilayah.
Distribusi gas melalui jaringan gas untuk pelanggan kecil serta sektor komersial dan industri bahkan tumbuh hingga 14 persen dibandingkan Satgas Natal dan Tahun Baru tahun sebelumnya.
Pertamina menilai proyeksi Ramadan dan Idulfitri yang lebih intens menuntut persiapan lebih dini. Fokus persiapan diarahkan pada penguatan layanan dan pasokan, peningkatan keandalan sarana dan fasilitas, serta optimalisasi pemantauan digital dan sistem analisis data.

8 hours ago
2













































