REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Kepala PT Pelni Cabang Semarang, Yuniati Fatimah, mengatakan, potensi cuaca ekstrem di wilayah perairan Laut Jawa tidak akan mengganggu perjalanan kapal selama masa angkutan Lebaran 2026. Menurutnya, kecil kemungkinan jadwal keberangkatan kapal ditunda karena alasan cuaca buruk.
Yuniati mengungkapkan, beberapa hari lalu, terpaan angin di perairan pesisir Semarang cukup kencang, yakni mencapai lebih dari 30 knot. Padahal, dia menyebut, menurut Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), tiupan angin yang dikategorikan normal adalah antara 9-12 knot per jam.
"Tapi Alhamdulillah, kapal kami masih dapat beroperasi dengan normal," kata Yuniati saat diwawancara di kantornya, Rabu (11/3/2026).
Dia mengungkapkan, PT Pelni Semarang menyiapkan lima armada kapal untuk memfasilitasi perjalanan selama masa angkutan Lebaran, yakni KM Lawit, Kelimutu, Awu, Leuser, dan Bukit Raya. Kelima kapal tersebut melayani rute pp Semarang-Sampit, Semarang Kumai, dan Semarang Pontianak.
"Kami pastikan untuk armada kami sudah laik laut. Intinya kapal dalam keadaan prima, alat keselamatan aman, mesin-mesin aman, alat navigasi aman," ucapnya.
Terkait kondisi cuaca sebelum pelayaran, Yuniati mengatakan, PT Pelni pasti selalu mengakses informasi dari BMKG. "Biasanya dari otoritas pelabuhan setempat, apabila tidak memungkinkan untuk melakukan pelayaran, mereka juga akan mengeluarkan imbauan untuk tidak melakukan pelayaran," kata Yuniati.
Dia mengungkapkan, imbauan otoritas pelabuhan biasanya terbagi dalam beberapa kategori. "Misalnya kalau di Jepara itu kan banyak kapal kecil ya. Kalau sudah gelombangnya besar atau anginnya kencang, tidak akan dilakukan pelayaran," ujarnya.
"Namun untuk PT Pelni, besar kapal kami cukup aman untuk dilakukan pelayaran. Meskipun agak terkendala dengan ombak dan angin. Karena kapal kami memang didesain ada pemecah ombaknya," tambah Yuniati.
Karena itu, dia mengatakan, kecil kemungkinan PT Pelni menunda keberangkatan kapal. "Potensi pembatalan atau penundaan itu kecil," ucapnya.
Menurut Yuniati, cuaca buruk biasanya hanya menyebabkan ketibaan kapal lebih lambat dari jadwal semestinya. "Karena kapalnya kan melawan angin dan ombak," katanya.
Yuniati mengungkapkan, sejauh ini, secara nasional, operasi kapal PT Pelni tak mengalami kendala berarti. Meski terdapat cuaca tak mendukung, aktivitas pelayaran tetap berjalan normal.

2 hours ago
2














































