PSI: Blusukan Jokowi Tak Akan Jadi Matahari Lain

12 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua DPP PSI Bidang Politik Bestari Barus menyatakan rencana kunjungan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) ke sejumlah daerah bukan untuk menjadi matahari kembar di pemerintahan Prabowo-Gibran.

Bestari menjelaskan kondisi PSI berbeda dengan partai politik lainnya yang tergabung dalam koalisi pemerintah. Ia menyebut saat ini PSI masih harus melalui proses verifikasi faktual karena belum lolos dalam Pemilu 2024 kemarin.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"PSI ini adalah partai yang harus melalui terlebih dahulu satu fase namanya verifikasi faktual. Karena partai kami ini belum masuk ke dalam parlemen. Sangat berbeda dengan partai-partai yang ada di koalisi itu karena mereka sudah berada di Senayan," ujarnya dalam acara Inside Politics di CNN Indonesia, Selasa (2/6).

Di sisi lain, Bestari mengatakan PSI juga mendukung penuh visi dan misi Presiden Prabowo lewat perwakilan Menteri dan Wakil Menteri di Kabinet Merah Putih.

Ia mencontohkan kerja Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni yang merupakan kader PSI bahkan berhasil menyetorkan uang hasil denda sebesar Rp6 triliun ke negara.

"Sehingga perjalanan Pak Jokowi nanti ini salah satunya bukan untuk menjadi dua matahari, tetapi untuk kemudian bagaimana PSI bisa lebih besar lagi kontribusinya terhadap perjalanan Pak Prabowo dan Mas Gibran ini, bahkan untuk dua periode," tuturnya.

Sebelumnya Juru Bicara PDI Perjuangan (PDIP), Ansy Lena mengatakan kegiatan Jokowi tersebut saat ini sudah tidak relevan dan penting bagi PDIP.

Menurutnya rencana kunjungan itu seharusnya menjadi tanda tanya besar bagi partai politik koalisi pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming.

Ia menilai mereka harus bisa memastikan maksud dan tujuan kegiatan yang dilakukan oleh Jokowi. Apakah hal itu termasuk untuk mendukung kerja-kerja Presiden Prabowo atau murni kepentingan pribadi.

"Karena hari ini kita tahu bahwa Presidennya itu adalah Prabowo Subianto dan Presiden Prabowo itu ibarat matahari. Kalau dalam orkestrasi itu ibarat konduktor tunggal yang memimpin untuk menghasilkan sebuah harmoni yang sangat baik," ujarnya dalam acara Inside Politics di CNN Indonesia, Selasa (2/6).

Ia juga mendorong semua partai politik agar bisa mensukseskan rencana kerja Presiden Prabowo. Ansy mewanti-wanti agar jangan sampai masing-masing partai fokus menjalankan agendanya masing-masing.

"Ingat, tidak boleh ada matahari yang lebih dari satu. Semuanya harus fokus. Kita bisa bayangkan kalau ada sepuluh parpol pendukung pemerintah dan masing-masing parpol punya agendanya. Kita bisa pastikan bahwa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto ini pasti tidak akan berhasil," pungkasnya.

(tfq/wis)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research