Presiden RI Panggil Ahli Jerman Buat Benahi Ekonomi, Ini Sosoknya!

5 hours ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Di tengah kondisi ekonomi yang masih berantakan setelah perang dan kemerdekaan, pemerintah Indonesia pada awal 1950-an ternyata pernah memanggil ekonom asing yang namanya sangat terkenal di dunia internasional.

Sosok itu bukan orang sembarangan. Dia adalah Hjalmar Schacht, bankir dan ekonom Jerman yang pernah menjadi Menteri Ekonomi sekaligus orang kepercayaan Adolf Hitler dalam membangkitkan ekonomi Jerman sebelum Perang Dunia II.

Saat itu, Indonesia menghadapi berbagai persoalan berat. Inflasi tinggi, utang menumpuk, dan aktivitas produksi belum pulih sepenuhnya. Pemerintah pun mencari sosok berpengalaman yang dianggap mampu memberi jalan keluar bagi negara muda yang baru merdeka

Pilihan kemudian mengarah pada Schacht. Mengutip situs Britannica, Schacht lahir pada 1877 dan menghabiskan sebagian besar hidupnya di dunia keuangan dan perbankan. Namanya mulai dikenal dunia ketika dipercaya memimpin bank sentral Jerman, Reichsbank, pada masa Republik Weimar.

Di bawah kepemimpinannya, Jerman berhasil keluar dari hiperinflasi ekstrem yang menghantam negara itu pada awal 1920-an. Keberhasilan tersebut membuat reputasi Schacht melambung dan dihormati di kalangan ekonom internasional.

Ketika Adolf Hitler dan Partai Nazi naik ke tampuk kekuasaan pada Januari 1933, dia dipertahankan dan diberi tugas untuk memulihkan ekonomi nasional. Salah satu kebijakan paling terkenal yang dibuatnya adalah skema pembiayaan melalui wesel MEFO. Lewat instrumen tersebut, pemerintah Jerman bisa membiayai proyek industri tanpa harus mencetak uang secara langsung. Schacht memastikan setiap instrumen keuangan ditopang oleh produksi nyata agar peredaran uang tetap terkendali.

Dalam paparan riset The Nazi Economy Prepared for War by Exploiting Everyone (2026), kebijakan itu berhasil menghidupkan kembali industri dan menurunkan angka pengangguran secara drastis. Bagi Schacht, tugas bank sentral bukan hanya menjaga stabilitas angka semata, tetapi memastikan roda ekonomi terus bergerak. Selama uang yang beredar digunakan untuk mendorong produksi riil, dia percaya inflasi bisa ditekan.

Dalam kurun 1933-1938, ekonomi Jerman pulih sangat cepat. Lapangan kerja penuh tercapai dan Jerman kembali menjadi kekuatan ekonomi utama di Eropa. Namun, keberhasilan itu justru menjadi awal konflik Schacht dengan Hitler.

Ketika tekanan inflasi mulai muncul akibat ekspansi militer besar-besaran, Schacht meminta agar laju pengeluaran dihentikan. Hitler menolak. Perbedaan pandangan itu berujung pada pemecatan Schacht dari Reichsbank pada 19 Januari 1939.

Meski tersingkir dari lingkaran kekuasaan Nazi, nama Schacht telanjur tercatat sebagai salah satu tokoh penting di balik kebangkitan ekonomi Jerman.

Setelah Perang Dunia II berakhir, Schacht ikut diadili dalam Pengadilan Nuremberg. Namun dia akhirnya dibebaskan. Walau reputasinya tetap dibayangi kedekatannya dengan rezim Nazi, kemampuan dan keahliannya di bidang ekonomi masih diakui dunia internasional.

Atas dasar itu, Schacht kemudian banyak dikenal sebagai konsultan ekonomi bagi berbagai negara berkembang yang sedang menghadapi krisis, termasuk Indonesia.
Bagi Indonesia kala itu, Hjalmar Schacht dianggap sebagai sosok yang punya pengalaman dan kemampuan untuk membantu negara keluar dari kekacauan ekonomi pasca-perang dan awal kemerdekaan.

(mfa)

Add logo_svg as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research