Pramono: Banjir Pasti Terjadi di Jakarta Ketika Curah Hujan Tinggi

3 hours ago 2

Petugas mengecek ketinggian air yang menggenangi area Underpass Mampang, Jakarta, Ahad (8/3/2026). Banjir setinggi sekitar 30-70 centimeter tersebut terjadi sejak pagi hari usai diguyur hujan deras pada Ahad (8/3) dini hari.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Seratusan wilayah rukun tetangga (RT) di Jakarta dilaporkan terdampak banjir pada Ahad (8/3/2026). Tak hanya itu, puluhan ruas jalan di ibu kota juga terendam banjir pada akhir pekan lalu.

Gubernur Jakarta Pramono Anung mengatakan, banjir yang menerjang wilayahnya akhir pekan kemarin disebabkan curah hujan esktrem. Hujan itu juga terjadi seharian, sehingga banjir melanda wilayah ibu kota.

"Yang untuk banjir, penanganan banjir di Jakarta dibandingin tempat-tempat lain, seperti saya, eh teman-teman lihat, yang kemarin curah hujannya tinggi sekali," kata dia di Balai Kota Jakarta, Senin (9/2/2026).

Meski begitu, ia menyatakan, kondisi Jakarta hari ini sudah kembali normal setelah dilanda banjir kemarin. Menurut dia, layanan transportasi di Jakarta juga telah kembali berjalan seperti biasa.

"Hari ini nggak sampai satu hari semuanya sudah normal transportasinya," kata Pramono.

Ia menilai, banjir yang terjadi di Jakarta akan sangat sulit untuk dihilangkan sepenuhnya. Setiap terjadi hujan dengan intensitas tinggi dalam waktu yang lama, banjir pasti akan terjadi di Jakarta.

"Jadi memang seperti yang saya katakan, banjir pasti ada ketika curah hujan tinggi," kata dia.

Meski begitu, Pemprov Jakarta tidak serta merta menerima kondisi itu dengan tak melakukan upaya penanganan. Pemprov Jakarta disebut tetap melakukan penanganan banjir, termasuk melakukan upaya mitigasi sebelum banjir terjadi.

"Pemerintah Jakarta sudah mempersiapkan diri untuk menangani banjir itu, termasuk yang di DI Panjaitan, kemudian Daan Mogot kilometer 13, dan beberapa tempat yang selama ini lama, sebenarnya kemarin, dari kemarin udah bisa digunakan untuk transportasi," kata dia.

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research