Praktik Kecantikan Ilegal Disorot, Polda Riau Ingatkan Pentingnya Kompetensi Tenaga Medis

2 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, PEKANBARU — Polda Riau menyoroti maraknya praktik kecantikan ilegal yang berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat. Penegakan hukum dilakukan menyusul temuan dugaan tindakan medis tanpa kompetensi yang menimbulkan dampak serius bagi sejumlah korban.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau Kombes Ade Kuncoro mengatakan, praktik di bidang kesehatan dan estetika harus dilakukan oleh tenaga profesional yang memiliki kewenangan dan latar belakang pendidikan yang sesuai.

“Tindakan medis tidak bisa dilakukan sembarangan. Harus ada kompetensi, izin, dan standar yang jelas karena menyangkut keselamatan manusia,” ujar Ade, Rabu (29/4/2026).

Kasus ini mencuat setelah adanya laporan masyarakat terkait tindakan kecantikan yang justru berujung pada komplikasi serius, mulai dari infeksi hingga luka permanen. Penyelidikan kemudian menemukan adanya praktik yang tidak memenuhi standar medis, baik dari sisi keahlian maupun legalitas.

Menurut Ade, fenomena ini menjadi peringatan penting bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam memilih layanan kecantikan, terutama yang menawarkan tindakan invasif seperti operasi kecil atau prosedur estetika tertentu.

Ia menegaskan, sertifikat pelatihan semata tidak dapat menggantikan pendidikan formal dan kewenangan sebagai tenaga kesehatan. Tanpa dasar kompetensi yang memadai, tindakan yang dilakukan berisiko menimbulkan kerugian serius bagi pasien.

Selain itu, pengawasan terhadap klinik kecantikan juga menjadi perhatian, mengingat berkembangnya bisnis estetika yang tidak selalu diikuti dengan kepatuhan terhadap regulasi.

“Kami mengimbau masyarakat untuk memastikan tenaga yang menangani memiliki izin resmi dan kompetensi yang jelas. Jangan tergiur harga atau promosi tanpa memperhatikan aspek keselamatan,” katanya.

Polda Riau menegaskan akan terus memperkuat penindakan terhadap praktik ilegal di bidang kesehatan sebagai bagian dari upaya perlindungan masyarakat, sekaligus mendorong tata kelola layanan kesehatan yang lebih aman dan profesional.

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research