Prabowo Tegaskan Investasi SDM Dorong Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

3 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya di Annual Meeting Davos, World Economic Forum (WEF) 2026, di Davos, Swiss, Kamis sore waktu setempat, menegaskan pentingnya investasi negara dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM) sebagai faktor penentu pertumbuhan ekonomi jangka panjang Indonesia.

Prabowo menekankan program-program prioritas pemerintahannya yang difokuskan pada sektor pendidikan dan kesehatan. Dalam pidato tersebut, ia memaparkan keberhasilan sejumlah program seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Cek Kesehatan Gratis (CKG), Sekolah Rakyat (SR), renovasi sekolah, serta distribusi papan tulis pintar digital ke sekolah-sekolah.

"Mengapa ini penting untuk para investor global yang saat ini berkumpul di sini, di World Economic Forum? Alasannya, saya yakin sumber daya manusia itu menentukan pertumbuhan jangka panjang," ujar Prabowo. Ia menegaskan bahwa pengembangan SDM adalah kunci bagi bangsa yang bertumbuh dan berhasil.

Presiden mengingatkan bahwa suatu negara akan gagal jika meninggalkan sektor pendidikannya. "Tidak ada negara yang stabil dan makmur, manakala rakyatnya buta huruf, serta tidak dapat beradaptasi dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi," tambahnya.

Menurut Prabowo, pendidikan juga dapat menjadi strategi untuk menghapus kemiskinan, termasuk kemiskinan ekstrem. Ia menegaskan tidak ingin anak-anak miskin terus tumbuh menjadi miskin dan harus diberdayakan.

"Oleh karena itu, saya telah membangun 166 sekolah berasrama, dan saya akan membangun total 500 Sekolah Rakyat. Selain itu, saya juga akan membangun 500 sekolah lainnya yang unggul untuk mendidik mereka yang pintar," jelasnya. Prabowo juga berencana membangun 10 kampus baru berstandar dunia dengan kerja sama dengan kampus-kampus ternama dari Inggris, Eropa, dan Amerika Serikat.

Dalam forum bergengsi ini, Prabowo menyampaikan visinya yang dikenal sebagai "Prabowonomics" di hadapan pemimpin dunia lainnya seperti Presiden AS Donald J. Trump dan Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research