Utusan Gedung Putih untuk Timur Tengah Steve Witkoff.
REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Laporan Drop Site pada Senin (16/3/2026) mengungkap adanya upaya dari Washington untuk membuka pintu diplomasi demi tercapainya gencatan senjata dengan Iran. Namun, Teheran tidak memberikan respons.
Hingga pekan ketiga perang antara AS-Israel dan Iran, Presiden AS Donald Trump kerap sesumbar bahwa militer Iran telah dimusnahkan dan kepemimpina tersisa di Iran mengemis gencatan senjata kepadanya. "Mereka ingin bernegosiasi. Mereka sangat ingin bernegosiasi," kata Trump Ahad (15/3/2026) malam.
"Kami berbicara dengan mereka. Tapi saya pikir mereka belum siap, tapi mereka sudah cukup dekat."
Menurut laporan Drop Site, yang terjadi di belakang layar berbeda dengan apa yang dikatakan Trump. Dua pejabat Iran kepada Drop Site mengungkap bahwa Utusan Khusus Steve Witkoff secara pribadi telah mengirim pesan ke beberapa pejabat di Teheran, termasuk Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi pada pekan lalu, mengeksplorasi kemungkinan melanjutkan negosiasi.
Menurut pejabat Iran tadi, Iran juga menerima pesan dari Gedung Putih melalui negara pihak ketiga.
"Karena keputusan dibuat oleh pejabat tinggi (Iran), tidak ada response yang dikirim atas pesan itu," kata seorang pejabat senior Iran kepada Drop Site.
"Pesannya di sini jelas: Iran telah menutup pintu untuk negosiasi langsung," sumber itu menambahkan.
"Otoritas yang mendeklarasikan gencatan senjata berada sepenuhnya di tangan Pemimpin Tertinggi. Itu bukan sesuatu (keputusan) yang menteri luar negeri, atau pejabat lainnya di Iran, yang akan mengirimkan pesan ke sebuah pihak asing."
Merespons upaya konfirmasi Drop Site, seorang juru bicara Gedung Putih mengirim pesan: "Radikal, sayap Drop Site jelas mengantarkan air ke rezim teroris Iran - dan melaporkan ini murni berdasarkan fiksi dan mengutip sumber anonim harus diabaikan segara. Iran memasok berita palsu propaganda dan mempublikasikannya sebagai fakta, yang mana perilaku Amerika Terakhir mengerikan. Operation Epic Fury akan terus berlanjut tanpa henti hingga Presiden Trump, sebagai Komandan, menentukan bahwa tujuan dari Operation Epic Fury, termasuk Iran tak lagi memperlihatkan ancaman militer, terealisasi penuh."

2 hours ago
1













































