PP Muhammadiyah Desak PBB Jatuhi Sanksi ke AS-Israel yang Serang Iran

3 hours ago 2

Yogyakarta, CNN Indonesia --

Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menyerukan agar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bertindak tegas dan menjatuhkan sanksi kepada AS-Israel yang melancarkan serangan kepada Iran sejak Sabtu (28/2) lalu.

Seruan itu tertuang dalam keterangan tertulis resmi yang merespons situasi terkini menyangkut konflik Timur Tengah. Surat diteken oleh Ketua PP Muhammadiyah, Syafiq A Mughini dan Sekretaris, Muhammad Sayuti, Senin (2/3).

Secara prinsip, PP Muhammadiyah sangat mengecam serangan oleh kedua negara ke Irak. Mereka memandangnya sebagai pelanggaran atas Hak-Hak Asasi Manusia, hukum internasional, dan pengabaian atas keputusan-keputusan PBB.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami menyerukan agar Perserikatan Bangsa-Bangsa memberikan sanksi tegas terhadap Amerika Serikat dan Israel atas pelanggaran tersebut dan mewujudkannya dengan langkah yang nyata," tulis keterangan tersebut.

Surat juga memuat rasa prihatin dan belasungkawa atas meninggalnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, serta para korban lain yang jadi sasaran serangan AS dan Israel

"Belasungkawa yang sama kami sampaikan bagi korban serangan balik Iran di beberapa negara Arab," tulis surat itu.

PP Muhammadiyah turut mendorong agar PBB juga Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) segera mengambil langkah-langkah demi mengakhiri segala bentuk kekerasan, sekaligus mencegah meningkatnya ketegangan antarnegara di kawasan Timur Tengah, termasuk genosida terhadap bangsa Palestina.

"Iran maupun negara-negara Arab saling menahan diri dan mengedepankan dialog untuk tidak terlibat konflik lebih jauh antar sesama anggota Organisasi Kerjasama Islam," tulisnya.

PP Muhammadiyah mendorong dilaksanakannya dialog dan langkah-langkah diplomasi untuk menyelesaikan konflik di kawasan Timur Tengah tersebut. Mereka mengajak semua negara, lembaga-lembaga multilateral dan bilateral, tokoh agama, kekuatan masyarakat untuk berpartisipasi aktif.

"Untuk ikut menciptakan kedamaian dan keadilan global dan mengecam segala bentuk tindakan yang semena-mena yang menyebabkan kerusakan dan hancurnya peradaban di muka bumi," tutup surat keterangan tersebut.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan sikap resmi dengan mengutuk serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran pada Sabtu (28/2) lalu. Mereka blak-blakan mengkritik posisi Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) yang digagas dan dibentuk Presiden AS Donald Trump untuk persoalan Gaza dan stabilitas Timur Tengah.

MUI mempertanyakan posisi Board of Peace--di mana Indonesia juga tergabung di dalamnya--ketika AS justru berkolaborasi dengan Israel memborbardir Iran dengan roket atau rudal.

Menurut MUI, AS dalam konflik itu tengah memainkan peran melalui Board of Peace. MUI mempertanyakan apakah BoP diarahkan untuk perdamaian yang adil, atau justru memperkuat arsitektur keamanan yang timpang dan mengubur kemerdekaan Palestina.

MUI menilai motif strategis di balik serangan ini patut diduga sebagai upaya sistematis melemahkan posisi strategis Iran di kawasan, sekaligus membatasi dukungan Iran terhadap perjuangan untuk kemerdekaan Palestina.

Dalam konteks konflik Israel-Palestina, MUI mendorong berbagai negara untuk menjadi juru damai guna menghentikan serangan militer yang berpotensi menjadi instrumen tekanan politik guna mengamankan dominasi regional Israel atas Palestina.

"Untuk itu, MUI mendesak pemerintah Indonesia agar mencabut keanggotaan dari BoP karena dipandang tidak efektif mewujudkan perdamaian sejati di Palestina," demikian pernyataan dalam Tausiyah MUI dalam surat Nomor: Kep-28/DP-MUI/III/2026.

Menurut MUI, serangan AS dan Israel ke Iran merupakan pelanggaran batas kedaulatan sebuah negara. Serangan AS dan Israel ke Iran itu pun ditegaskan tak sesuai dengan konstitusi Indonesia, UUD 1945.

MUI menilai langkah Trump berkolaborasi dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyerang Iran itu telah memicu perang regional yang melibatkan berbagai kekuatan, baik secara langsung maupun melalui proksi.

MUI menilai serangan balasan antara dua kubu tersebut merupakan eskalasi serius yang bisa memancing konflik meluas di Timur Tengah. Menurut MUI, situasi itu tak bisa dipandang sebelah mata.

"Karena itu, untuk menghindari eskalasi yang lebih luas Amerika dan Israel harus menghentikan serangan ke Iran karena itu bertentangan dengan Pasal 2 Deklarasi PBB," kata MUI.

(kum/isn)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research