Di balik bayang-bayang konflik berkepanjangan dan tekanan ekonomi yang belum mereda, fenomena tak biasa mencuat di Rusia. Praktik mistisisme dan kepercayaan terhadap hal gaib kembali menemukan momentumnya, bahkan menjangkau kalangan tak terduga yaitu para tentara di garis depan. (REUTERS/Shamil Zhumatov)
Di sebuah apartemen redup di Moskow, Natalia Malinovskaya menjalankan profesinya yang tak lazim. Ia menyebut dirinya penyihir yang mewarisi kemampuan dari garis keturunan neneknya dan kini memiliki klien dari berbagai latar belakang, termasuk para pria yang terlibat dalam pertempuran di Ukraina timur. (REUTERS/Shamil Zhumatov)
Layanan yang ia tawarkan beragam, mulai dari mantra cinta hingga perlindungan dari energi negatif. Dalam praktiknya, ia kerap mendemonstrasikan ritual sederhana, seperti mendeteksi aura buruk menggunakan korek api menyala di atas gelas. Menurutnya, sebagian besar klien datang dengan keresahan personal, terutama soal hubungan asmara. (REUTERS/Shamil Zhumatov)
“Banyak dari mereka menghubungi saya,” ujarnya. Namun, ia menegaskan bahwa ritual hanya bisa dilakukan secara langsung saat klien berada di luar zona konflik. “Tidak mungkin melakukan ritual di garis depan,” tambahnya. (REUTERS/Ramil Sitdikov)
Fenomena ini bukan sekadar cerita individual. Data menunjukkan adanya tren yang lebih luas. Dilansir Reuters, lembaga survei negara, VTsIOM, melaporkan bahwa 85% warga Rusia pernah mencoba praktik magis. Angka ini mencerminkan lonjakan signifikan dalam beberapa tahun terakhir, seiring meningkatnya ketidakpastian global dan domestik. (REUTERS/Ramil Sitdikov)
Dalam laporannya, VTsIOM menyebut bahwa tekanan geopolitik dan ekonomi telah memicu kecemasan kolektif, yang pada akhirnya mendorong masyarakat mencari “alat pertahanan psikologis”—terlepas dari bentuk kepercayaan yang dianut. (REUTERS/Shamil Zhumatov)
Di Moskow, toko-toko yang menjual perlengkapan spiritual ramai dikunjungi. Dari kristal obsidian hingga panduan tarot, produk-produk ini menjadi incaran masyarakat yang mencari perlindungan maupun harapan baru. “Obsidian hitam sangat diminati karena dianggap sebagai batu keselamatan,” kata seorang pemilik toko. (REUTERS/Ramil Sitdikov)















































