Polres Pemalang Selidiki Kematian Siswa SMP Diduga Akibat Perundungan

8 hours ago 2

Foto ilustrasi garis polisi. Polres Pemalang tengah menyelidiki dugaan perundungan yang menyebabkan seoarang siswa SMPN 4 Randudongkal berinisial AAF (13 tahun) meninggal dunia. 11 orang telah diperiksa.

REPUBLIKA.CO.ID, PEMALANG — Polres Pemalang tengah menyelidiki dugaan perundungan yang menyebabkan seoarang siswa SMPN 4 Randudongkal berinisial AAF (13 tahun) meninggal dunia. Untuk memperjelas penyebab kematian, polisi telah melakukan autopsi.

Kabar dugaan perundungan yang menyebabkan AAF meninggal dunia beredar di media sosial. Menanggapi hal itu, Kasatreskrim Polres Pemalang AKP Faizal Wildan Umar Rela mengungkapkan, pihaknya tengah menyelidiki kasus tersebut. Menurut Faizal, sejauh ini sudah terdapat 11 orang yang diperiksa.

“Yang diperiksa termasuk teman, guru, keluarga korban, dan juga guru,” kata Faizal saat dihubungi Republika, Senin (3/8/2026).

Dia menerangkan, berdasarkan fakta yang sudah dihimpun, sebelum meninggal, AAF sempat dirawat selama satu hari di Rumah Sakit (RS) Muhammadiyah Mardhatillah Randudongkal. Namun AAF meninggal pada Ahad (2/8/2026).

Ketika ditanya apakah pihak keluarga sudah menjelaskan ke kepolisian soal gejala apa yang dialami AAF saat dilarikan ke rumah sakit, Faizal masih enggan memberikan komentar. “Kalau itu masih proses pendalaman,” ujarnya.

Karena masih bersifat pendalaman, Faizal mengatakan Polres Pemalang belum bisa menyimpulkan bahwa AAF meninggal akibat mengalami perundungan. “Kami mengarahkan untuk diautopsi biar tahu penyebab kematiannya apa. Kami koordinasi dengan pihak keluarga, dan keluarga setuju dengan hal tersebut,” ucapnya.

Faizal menerangkan, autopsi jenazah AAF dilaksanakan di RS Muhammadiyah Mardhatillah Randudongkal. Dia mengatakan, proses tersebut melibatkan tim dari Biddokkes Polda Jawa Tengah (Jateng).

Kendati demikian, Faizal mengaku belum mengetahui kapan hasil autopsi jenazah AAF akan keluar. “Saya menunggu dari Biddokkes Polda Jateng. Karena yang mengeluarkan hasilnya Biddokkes Polda Jateng nanti,” ujarnya.

Faizal memastikan, pihaknya akan profesional dalam mengusut penyebab kematian AAF. “Jika ditemukan unsur pidana, kami proses sesuai prosedur hukum yang berlaku,” kata dia. 

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research