Yogyakarta, CNBC Indonesia - Founder & Chairman CT Corp Chairul Tanjung (CT) menjadi pembicara education class dalam Jogja Financial Festival di Jogja Expo Center, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu (23/5/2026). Turut hadir menjadi pembicara bersama CT adalah Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) Hery Gunardi.
Menurut CT, entrepreneur atau pengusaha adalah orang yang mampu melihat, menangkap, dan menciptakan peluang.
"Nah pertanyaannya kalau kita lihat peluangnya gak ada, apa yang mau ditangkap? Ciptakan peluang. Jadi ya, prinsip entrepreneurship itu adalah mampu melihat peluang dan mampu menangkapnya," ujarnya.
"Kalau nggak ada peluangnya, mampu menciptakan peluang itu. Itu namanya entrepreneur. Kalau orang bisa bicara, wah ini ada peluang bagus, tapi nggak mampu menangkapnya, itu konsultan namanya," lanjutnya.
Namun demikian, CT mengatakan peluang yang diambil belum tentu bisa berhasil karena bisa juga gagal.
"Nah, prinsip yang paling dibuat, di-underline oleh teman-teman semua yang mau jadi entrepreneur sejati apa? Prinsip paling utamanya adalah bahwa kegagalan itu adalah sebuah yang namanya learning process. Ya, sebuah proses pembelajaran," katanya.
Oleh karena itu, menurut CT, jika kita mengalami kegagalan, maka tanyakan kepada diri sendiri perihal penyebab kegagalan tersebut. Harapannya agar kegagalan tersebut tidak terulang kembali.
Lebih lanjut, CT mengatakan, orang bijak selalu bilang bahwa kegagalan adalah kesempatan atau keberhasilan yang tertunda kalau yang bersangkutan mau belajar dari kegagalan. Jika dia tidak mau belajar dari kegagalan, maka itu menjadi kegagalan yang tertunda.
"Jadi tadi Pak Dony (Kepala BP BUMN/COO Danantara Indonesia Dony Oskaria) sudah cerita. Sering gagal? Oh, bukan sering lagi. Gitu ya, udah khatam saya kok gagal. Pernah ditipu nggak? Bukan nggak pernah, sering sekali ditipu," ujar CT.
"Sehingga kalau orang jalan dari jauh mau nipu saya, saya sudah lihat. 'Wah ini mau nipu gue nih'. Karena sudah khatam gitu loh. Dari jalan orang pun kita sudah bisa tahu. Itu kira-kira," lanjut mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian tersebut.
(miq/miq)
Addsource on Google














































