REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa mengatakan KCIC terus memperkuat penerapan energi yang lebih berkelanjutan dalam mendukung operasional Kereta Cepat Whoosh. Tidak hanya menggunakan energi listrik pada rangkaian Whoosh untuk melayani perjalanan penumpang, ucap Eva, KCIC juga memperluas pemanfaatan energi terbarukan melalui penggunaan biodiesel B40 pada kereta kerja berbasis diesel yang mendukung kegiatan inspeksi, perawatan, dan pemeliharaan prasarana Whoosh.
"Penggunaan biodiesel B40 pada kereta kerja menjadi salah satu langkah KCIC dalam mengurangi penggunaan bahan bakar fosil sekaligus meningkatkan pemanfaatan energi yang lebih ramah lingkungan pada kegiatan pendukung operasional Whoosh," ujar Eva dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (31/7/2026).
Eva mengatakan bodiesel B40 merupakan bahan bakar yang terdiri atas 40 persen bahan bakar nabati berbasis kelapa sawit dan 60 persen solar, sesuai Peraturan Menteri ESDM Nomor 32 Tahun 2008 tentang Penyediaan, Pemanfaatan, dan Tata Niaga Bahan Bakar Nabati (Biofuel) sebagai Bahan Bakar Lain. Selama ini, ucap Eva, masyarakat mengenal Whoosh sebagai kereta cepat yang menggunakan energi listrik.
"Komitmen terhadap keberlanjutan tersebut juga kami terapkan pada sarana pendukung operasional melalui penggunaan biodiesel B40 pada kereta kerja yang digunakan untuk kegiatan inspeksi, perawatan, dan pemeliharaan prasarana," sambung Eva.
Dengan demikian, lanjut Eva, semangat keberlanjutan tidak hanya hadir pada layanan penumpang, tetapi juga dalam kegiatan pendukung operasional. Eva mengatakan KCIC mengoperasikan berbagai kereta kerja untuk mendukung kegiatan inspeksi, perawatan, dan pemeliharaan prasarana Whoosh.
Dia menyebut sarana tersebut digunakan untuk menjaga kondisi dan geometri jalur, melakukan pemeriksaan rel, mendukung pemeliharaan sistem listrik aliran atas (Overhead Catenary System/OCS), serta mengangkut personel, peralatan, dan material yang dibutuhkan dalam pekerjaan perawatan. Seluruh kereta kerja berbasis diesel tersebut saat ini telah menggunakan biodiesel B40.
Eva menyampaikan penggunaan biodiesel meningkatkan pemanfaatan energi berbasis sumber daya terbarukan sekaligus mengurangi penggunaan bahan bakar fosil dalam kegiatan pemeliharaan prasarana. Ke depan, sambung dia, KCIC siap mendukung implementasi B50 sesuai kebijakan pemerintah setelah melalui proses pengujian dan ketentuan yang berlaku.
"Peningkatan bauran biodiesel tersebut diharapkan semakin memperkuat kontribusi sektor transportasi dalam mendukung transisi energi nasional," ucap Eva.
KCIC, Eva sampaikan, mendukung berbagai kebijakan pemerintah dalam mendorong penggunaan energi yang lebih bersih. Ia mengatakan penerapan biodiesel B40 menjadi salah satu langkah nyata yang kami lakukan saat ini.
"Ke depan, kami siap mendukung implementasi B50 sesuai kebijakan pemerintah setelah melalui proses pengujian dan ketentuan yang berlaku, dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan, keandalan sarana, dan kesiapan operasional," kata Eva.

1 hour ago
1















































