Perang Iran-Israel tak Kunjung Reda, 15 WNI Asal Jabar Dievakuasi dari Timur Tengah

4 hours ago 3

Kebakaran di lokasi kejadian setelah sebuah bangunan dihantam rudal Iran di Tel Aviv, Israel, 28 Februari 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Sebanyak 15 warga negara Indonesia (WNI) asal Jawa Barat dievakuasi dari Timur Tengah menyusul perang yang terjadi antara Iran dengan Israel-Amerika. Total sudah 34 WNI yang dipulangkan Pemerintah Indonesia.

"Data sementara dari 34 WNI yang pulang ke  Indonesia 15 di antaranya warga Jawa Barat," ucap Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Jawa Barat Adi Komar, Jumat (13/3/2026).

Untuk yang mengakses ke hotline Jawa Barat, ia mengatakan sebanyak 80 orang. Adi Komar mengatakan mereka yang sudah mengirim formulir meminta untuk segera dipulangkan ke Indonesia.

"Alhamdulillah berangsur (pemulangan), saya yakin karena proses atau teknis pemulangan WNI di timur tengah menjadi kewenangan pemerintah pusat, kementerian luar negeri dan berbagai kementerian," kata dia.

Ia mengatakan pihaknya juga masih menunggu informasi lanjutan terkait gelombang pemulangan WNI dari Timur Tengah. Pihaknya belum dapat memastikan 15 WNI asal Jawa Barat yang pulang berasal dari wilayah mana saja.

Sebelumnya, Ketegangan geopolitik dunia melonjak tajam setelah konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran meledak menjadi perang terbuka pada 28 Februari 2026. Operasi militer besar yang dilancarkan Washington bersama Tel Aviv tidak hanya memicu serangan balasan dari Teheran, tetapi juga menyeret kawasan Timur Tengah ke dalam krisis yang berpotensi mengguncang stabilitas global.

Serangan awal yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel menargetkan berbagai fasilitas militer strategis Iran, termasuk instalasi program misil dan nuklir. Operasi tersebut berlangsung sangat intens, dengan ratusan serangan udara dalam waktu singkat yang diarahkan ke infrastruktur militer hingga kepemimpinan politik Iran.

Lembaga riset Realities of Algorithmic Warfare di Utrecht University melaporkan dalam empat hari pertama operasi, jumlah serangan terhadap Iran setara dengan total serangan selama enam bulan kampanye militer melawan ISIS di Irak dan Suriah. Serangan tersebut menewaskan sejumlah tokoh penting Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei, serta menimbulkan korban sipil yang besar, termasuk lebih dari 150 siswi sekolah.

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research