Pengamat Imbau Masyarakat tak Cemas dengan Isu Rush Money

2 hours ago 1

Logo Bank Mandiri. Bank Mandiri telah salurkan Rp 6,9 T untuk kredit bangunan berwawasan lingkungan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemblokiran rekening milik Koordinator Aliansi Masyarakat Peduli Bangsa (AMPB) oleh Bank Mandiri menjadi perhatian publik. Pengamat Perbankan Paul Sutaryono mengajak masyarakat untuk menyikapi persoalan tersebut secara tenang dan mempercayakan prosesnya pada ketentuan hukum serta tata kelola perbankan yang berlaku.

Paul menilai status Bank Mandiri sebagai perusahaan terbuka membuat aktivitas dan kebijakan perseroan berada dalam pengawasan berbagai pihak. Paul menilai posisi tersebut juga menjadi bagian dari mekanisme untuk menjaga akuntabilitas dan kepercayaan masyarakat terhadap industri perbankan.

"Bank Mandiri itu sudah go public yang berarti milik publik. Bank yang sudah berstatus terbuka (Tbk) akan semakin banyak pihak yang mengawasi," ujar Paul saat dihubungi Republika di Jakarta, Senin (24/8/2026).

Menurut Paul, Bank Mandiri memiliki dasar dalam melakukan pemblokiran tersebut. Dalam sistem perbankan, lanjut Paul, telah terdapat ketentuan mengenai pihak-pihak yang memiliki kewenangan untuk melakukan pemblokiran rekening nasabah.

"Sesungguhnya, sudah ada ketentuan pihak mana saja yang berwenang untuk melakukan pemblokiran rekening di bank," ucap Paul.

Oleh karenanya, Paul menekankanm pentingnya setiap bank menjalankan ketentuan yang berlaku dalam mengambil langkah terkait rekening nasabah. Kepatuhan terhadap regulasi, ungkap dia, merupakan bagian penting dalam menjaga prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau good corporate governance (GCG).

"Oleh karena itu, bank harus memenuhi aturan tersebut. Hal itu sebagai bagian dari tata kelola perusahaan yang baik (GCG) dan azas kepatuhan (compliance)," lanjut Paul.

Di tengah perhatian publik terhadap kasus tersebut, Paul juga meminta masyarakat tidak terburu-buru mengambil kesimpulan yang dapat memicu kekhawatiran berlebihan terhadap keamanan dana di perbankan. Paul meyakini masyarakat kini semakin mampu menyaring informasi dan tidak mudah terpengaruh kabar yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

"Tetapi tidak perlu cemas akan terjadi rush money. Publik sudah semakin pintar sehingga tidak terpengaruh oleh hoaks," kata Paul.

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research