REPUBLIKA.CO.ID, KUPANG, – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Timur (NTT) telah menyelesaikan pembangunan dan peningkatan 32 ruas jalan strategis di berbagai kabupaten dan kota sepanjang tahun 2025. Langkah ini merupakan upaya memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Gubernur NTT Melki Laka Lena di Kupang, Selasa, menegaskan bahwa pembangunan ini adalah bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk meningkatkan kemantapan jalan provinsi. Ia menyebut proyek ini sebagai investasi jangka panjang bagi masa depan NTT.
"Pembangunan 32 ruas jalan strategis ini bukan sekadar membangun infrastruktur, tetapi merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan NTT,” ujarnya.
Menurut Melki, jalan yang baik akan memperlancar mobilitas masyarakat, menekan biaya distribusi, serta meningkatkan daya saing daerah. Lebih dari itu, infrastruktur yang memadai diyakini akan membuka lebih banyak peluang ekonomi bagi masyarakat di berbagai wilayah.
Fondasi NTT yang Maju dan Sejahtera
Gubernur menekankan bahwa pembangunan infrastruktur menjadi fondasi penting untuk mewujudkan NTT yang maju, sehat, cerdas, sejahtera, dan berkelanjutan. Oleh karena itu, pemerintah provinsi terus mempercepat pembangunan jalan agar manfaatnya dapat dirasakan hingga ke pelosok daerah.
Sebanyak 32 ruas jalan yang telah ditangani tersebar di sejumlah wilayah, meliputi Pulau Timor, Flores, Sumba, Alor, Lembata, Rote Ndao, Sabu Raijua, hingga Kota Kupang.
Beberapa ruas jalan yang telah ditingkatkan antara lain Bondokodi-Waitabula, Keliting-Wini-Sakato, Betun-Motamasin, Waepare-Bola, Poma-Baiawa, Wologai-Detukeli, Simpang Patung Sonbai-Bello, serta Yos Sudarso dan Watutuku-Mataraben. Selain itu, terdapat pula ruas Kalabahi-Kokar, Panite-Kolbano, Simpang Niki-Niki-Oenlasi, Watowiti-Waiklibang, Balauring-Wairiang, Aeramo-Kaburea, serta sejumlah ruas jalan di Kota Kupang.
Kualitas Infrastruktur Jadi Prioritas
Kepala Dinas PUPR Provinsi NTT Benyamin Nahak memastikan seluruh paket pekerjaan dilaksanakan sesuai perencanaan dan spesifikasi teknis untuk menghasilkan infrastruktur yang berkualitas. Ia menegaskan bahwa pelaksanaan proyek ini sejalan dengan arahan Gubernur dan Wakil Gubernur.
"Pelaksanaan ini sesuai arahan Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur, yakni memastikan setiap pembangunan infrastruktur memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Benyamin.
Pihaknya berkomitmen mengawal seluruh proses pekerjaan agar memenuhi standar teknis. Dengan demikian, kehadiran 32 ruas jalan strategis tersebut diharapkan benar-benar memperkuat konektivitas antarwilayah, meningkatkan pelayanan publik, serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Pemerintah Provinsi NTT berharap penyelesaian pembangunan ini dapat memperlancar arus barang dan jasa, menekan biaya logistik, meningkatkan mobilitas masyarakat, serta membuka peluang investasi dan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai daerah di Nusa Tenggara Timur.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

3 hours ago
1

















































