Lewat Industri Kosmetik, Callum Usung Semangat Berdayakan Tenaga Kerja Lokal

7 hours ago 3

Brand Owner Callum, Derind Saeful Rohmat (kiri) dan Camat Kec.Sukahening Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, saat menerima penghargaan belum lama ini.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pasar kosmetik dan perawatan tubuh di Indonesia mengalami lonjakan dalam beberapa tahun terakhir. Rak-rak toko ritel hingga keranjang belanja digital kini didominasi oleh merek-merek lokal yang kualitasnya tidak kalah bersaing dengan produk luar negeri.

Di balik perputaran bisnis yang cepat ini, ada sebuah kesadaran baru yang mulai tumbuh di kalangan pelaku usaha dalam negeri. Keberhasilan sebuah merek kini tidak lagi melulu diukur dari angka penjualan atau grafik keuntungan yang menanjak, melainkan dari seberapa besar dampak nyata yang bisa mereka berikan kepada masyarakat sekitar.

Salah satu pelaku usaha yang berjalan di jalur pemberdayaan ini adalah Callum, sebuah merek perawatan tubuh, khususnya deodoran tawas, yang bernaung di bawah PT Generasi Antariksa Persada. Sejak pertama kali menapakkan kakinya di industri ini, Callum tidak hanya ingin sekadar menjual produk, melainkan berkomitmen menjadi bagian dari roda penggerak ekonomi nasional dengan mengusung semangat "Dari Indonesia untuk Indonesia".

Bagi sang pendiri, Derind Saeful Rohmat, S.M., keyakinan akan potensi lokal adalah bahan bakar utama dalam menjalankan bisnis ini. Sejak awal merintis, dia percaya bahwa produk buatan anak bangsa memiliki daya saing tinggi jika dikelola secara profesional dan konsisten. 

"Kami percaya Indonesia memiliki banyak potensi, baik dari sisi sumber daya manusia maupun kemampuan pelaku UMKM. Karena itu, kami ingin Callum menjadi bagian dari pertumbuhan tersebut, menghadirkan produk lokal yang berkualitas sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat," kata dia dalam keterangan tertulis yang diterima Republika pada Selasa (14/7/2026).

Prinsip tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam proses produksi harian. Mulai dari pemilihan bahan baku, pengemasan, hingga distribusi, Callum berupaya melibatkan tenaga kerja lokal. Keputusan untuk menyerap tenaga kerja dari wilayah sekitar tempat usaha berdiri bukan tanpa alasan.

Bagi Callum, kemajuan bisnis harus berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat. Ketika sebuah industri tumbuh di suatu daerah, masyarakat sekitarnya harus menjadi pihak pertama yang merasakan dampak positifnya.

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research