Okupansi kereta Cipatat-Sukabumi meledak 201 persen di Lebaran 2026.
REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG, – PT KAI Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung mencatat lonjakan penumpang pada layanan KA Siliwangi relasi Cipatat-Sukabumi dengan tingkat okupansi hingga 201 persen selama masa Angkutan Lebaran 2026.
Manajer Humas KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menyampaikan bahwa angka fantastis ini merupakan rekor tertinggi sepanjang periode mudik tahun ini, di mana jumlah penumpang terangkut mencapai dua kali lipat dari kapasitas tempat duduk yang tersedia dalam satu rangkaian kereta.
Fenomena okupansi di atas 200 persen ini dipicu oleh tingginya mobilitas masyarakat lokal yang memanfaatkan tarif murah sebesar Rp5.000 untuk mudik dan berwisata.
"KA Siliwangi hadir sebagai alternatif transportasi yang ekonomis dan efisien. Dengan tarif yang sangat terjangkau, masyarakat tetap dapat menikmati perjalanan yang aman, nyaman, bebas macet, dan tepat waktu," ujar Kuswardojo.
Pada puncak kepadatan Senin (23/3) lalu, tercatat sebanyak 2.563 pelanggan berangkat dari Stasiun Cianjur dan 1.949 orang dari Stasiun Cipatat. Rata-rata, sepanjang periode 11–24 Maret 2026, tingkat keterisian kereta yang melayani enam perjalanan sehari ini konsisten berada di angka 93 persen.
Faktor Daya Tarik dan Keamanan
Kuswardojo menilai bahwa selain harga yang terjangkau, daya tarik pemandangan alam di sepanjang lintas Cipatat-Sukabumi menjadikan kereta ini primadona bagi masyarakat untuk bersilaturahmi sekaligus berlibur.
Terkait aspek keamanan akibat membeludaknya penumpang, pihak Daop 2 memastikan operasional tetap terkendali sesuai prosedur keselamatan transportasi kereta api, baik dari infrastruktur kereta dan jalur, maupun persiapan personelnya.
"Kami memastikan seluruh perjalanan kereta api berjalan dengan mengutamakan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pelanggan, khususnya pada masa Angkutan Lebaran yang memiliki mobilitas tinggi," tutur dia.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

2 hours ago
1













































