Museum Nasional Sesuaikan Tarif, SBY Ajak Pelajari Lonjakan Pendapatan Per Kapita

4 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyatakan bahwa Museum Nasional Indonesia telah melakukan penyesuaian harga tiket masuk guna meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap warisan budaya. Harga tiket untuk masyarakat umum kini ditetapkan sebesar Rp50.000, sementara pelajar cukup membayar Rp30.000. Penyesuaian ini berlaku mulai awal 2026 dan disertai peningkatan fasilitas serta penambahan koleksi bersejarah baru.

“Kita juga mulai menyesuaikan harga tiket supaya ada semakin banyak apresiasi. Kecuali bagi penyandang disabilitas, lanjut usia (lansia), dan anak yatim piatu, mereka tetap gratis,” ujar Fadli Zon saat berada di Museum Nasional Indonesia, Jakarta Pusat, pada Rabu lalu.

Menurutnya, harga masuk museum di Indonesia masih tergolong sangat terjangkau jika dibandingkan dengan negara-negara lain, khususnya di Eropa. Di sana, tarif termurah rata-rata sekitar 12 euro, ada pula yang 15–20 euro, bahkan mencapai 65 euro. “Di kita ini masih terjangkau,” tambahnya.

Penyesuaian biaya ini juga dimaksudkan untuk mendukung pengelolaan museum yang lebih baik, termasuk penyajian koleksi-koleksi berharga yang membantu pengunjung memahami peradaban Indonesia secara mendalam, koleksi yang sulit ditemukan di tempat lain.

Saat ini, Museum Nasional Indonesia sedang menyelenggarakan pameran spesial koleksi Manusia Jawa (Javaman), yaitu fosil Pithecanthropus erectus atau Homo erectus yang baru kembali dari Belanda setelah lebih dari 130 tahun. Selain itu, museum ini juga menampilkan berbagai artefak bersejarah menarik, seperti lukisan-lukisan purba dari Maros-Pangkep, Sulawesi Selatan, yang diyakini dapat semakin menarik minat masyarakat untuk mengenal sejarah dan budaya bangsa.

Di sisi lain, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) baru-baru ini mengundang peserta didik Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhannas) untuk berkunjung ke Museum dan Galeri SBY-ANI di Pacitan, Jawa Timur. Museum ini merupakan presidential museum pertama di Asia yang menyimpan data dan dokumentasi valid tentang perkembangan perekonomian Indonesia selama masa kepemimpinannya (2004–2014), baik dari sumber dalam negeri maupun lembaga internasional.

“Pak gubernur, kalau punya waktu diizinkan, saya punya museum di Pacitan, Presidential Museum. Pertama kali di Asia, silakan dilihat,” kata SBY saat memberikan kuliah umum di kantor Lemhannas, Jakarta Pusat, Senin lalu.

sumber : Antara

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research