MTI Prediksi Mobilitas Mudik Lebaran 2026 Tetap Tinggi

2 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pengamat transportasi Djoko Setijowarno memprediksi mobilitas mudik Lebaran 2026 tidak akan turun drastis meskipun daya beli masyarakat tengah menghadapi tekanan akibat inflasi maupun penyesuaian subsidi. Mudik Lebaran, menurut dia, merupakan kebutuhan kultural yang sulit tergantikan.

“Prediksi mobilitas mudik Lebaran 2026 di tengah kondisi ekonomi saat ini menunjukkan fenomena ‘mudik tetap jalan, dompet tetap perhitungan’,” ujar Djoko yang juga Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat dalam keterangannya di Jakarta, Ahad (18/1/2026).

Ia menjelaskan, berbeda dengan periode Natal dan Tahun Baru (Nataru), masyarakat cenderung menahan mobilitas karena faktor cuaca ekstrem di akhir tahun serta kebutuhan biaya pendidikan pada awal semester. Sementara itu, pergerakan pada Lebaran 2026 akan didorong oleh pencairan tunjangan hari raya (THR) dan kuatnya tradisi tahunan.

Djoko memprediksi mudik Lebaran 2026 tetap menjadi puncak pergerakan manusia terbesar di Indonesia, berbeda dengan kondisi Nataru 2025/2026 yang terasa melambat di sejumlah titik.

Menurut dia, perjalanan pada masa Natal dan Tahun Baru bersifat opsional dan lebih berorientasi wisata, sedangkan mudik Lebaran merupakan kewajiban kultural dan religius yang bersifat nonnegosiasi bagi mayoritas penduduk.

“Kelancaran pada saat Nataru 2025/2026 belum tentu berlanjut pada mudik Lebaran 2026 karena karakter perjalanan keduanya sangat berbeda,” ujarnya.

Djoko menambahkan, pada musim Nataru, perjalanan didominasi aktivitas wisata dan jumlah pengguna sepeda motor jarak jauh antarkota relatif rendah. Sebaliknya, pada mudik Lebaran, pemudik lebih dominan ingin pulang ke kampung halaman untuk bertemu keluarga, sehingga perjalanan sepeda motor jarak jauh meningkat signifikan.

“Orang yang bermobilitas juga jauh lebih banyak saat mudik Lebaran dibandingkan Nataru,” kata dia.

Sementara itu, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat realisasi jumlah orang yang melakukan perjalanan dalam dan antardaerah se-Indonesia pada masa Lebaran 2025 mencapai sekitar 154,6 juta orang. Angka tersebut turun 4,69 persen dibandingkan realisasi Lebaran 2024 yang mencapai 162,2 juta orang.

Menurut Kemenhub, penurunan tersebut tidak signifikan dan tidak berkaitan langsung dengan penurunan daya beli masyarakat.

Adapun total pergerakan masyarakat secara nasional selama angkutan Lebaran 2025 pada periode 21 Maret hingga 11 April 2025 tercatat sekitar 358,21 juta pergerakan. Data tersebut bersumber dari mobile positioning data (MPD) operator seluler.

Jumlah realisasi pengguna angkutan umum selama periode yang sama, merujuk pada data aplikasi Strategi Hub Kemenhub dengan batas waktu pencatatan pukul 00.00 WIB, mencapai 27,51 juta penumpang atau meningkat 8,50 persen dibandingkan 2024 yang tercatat 25,35 juta penumpang.

Sementara itu, proyeksi jumlah orang yang melakukan perjalanan dalam dan antardaerah pada masa Lebaran 2026 masih dalam tahap perhitungan oleh Kemenhub.

sumber : ANTARA

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research