Minum Vitamin C Bisa Cegah Flu? Ini Faktanya

5 hours ago 5

Jakarta, CNBC Indonesia - Vitamin C dikenal sebagai tameng alami untuk mencegah flu dan meningkatkan daya tahan tubuh. Namun, benarkah konsumsi suplemen vitamin C bisa mencegah seseorang terkena flu?

Vitamin C atau asam askorbat memang memiliki peran penting bagi tubuh. Nutrisi ini berfungsi sebagai antioksidan, membantu sistem imun, mempercepat penyembuhan luka, serta mendukung pembentukan kolagen yang penting untuk kulit dan jaringan tubuh.

Tubuh manusia tidak bisa memproduksi vitamin C sendiri, sehingga harus diperoleh dari makanan seperti buah dan sayuran. Vitamin C dalam suplemen memiliki struktur kimia yang sama dengan yang berasal dari makanan.

Meski begitu, suplemen tidak mengandung nutrisi lain yang biasanya hadir dalam makanan, seperti serat, flavonoid, dan mineral, yang justru membantu penyerapan dan memberikan manfaat kesehatan tambahan.

Lalu bagaimana dengan klaim vitamin C bisa mencegah flu?

Mengutip Science Alert, Senin (23/3/2026), berdasarkan rangkuman berbagai penelitian, konsumsi rutin vitamin C dengan dosis 200 mg atau lebih ternyata tidak menurunkan risiko seseorang terkena flu.

Namun, vitamin C tetap memiliki sedikit manfaat. Konsumsi rutin dapat membantu memperpendek durasi flu, dan pada dosis lebih tinggi (di atas 1.000 mg), bisa mengurangi tingkat keparahan gejala.

Sebaliknya, jika vitamin C baru dikonsumsi saat gejala flu mulai muncul, efeknya terhadap durasi dan keparahan penyakit hampir tidak signifikan.

Secara keseluruhan, para peneliti menyimpulkan konsumsi suplemen vitamin C secara rutin untuk mencegah flu tidak terlalu efektif.

Tak hanya itu, klaim manfaat vitamin C untuk mencegah penyakit serius seperti jantung dan kanker juga belum terbukti. Sejumlah studi menunjukkan suplemen vitamin C tidak berpengaruh signifikan terhadap risiko penyakit kardiovaskular maupun kanker.

Di sisi lain, konsumsi berlebihan juga perlu diwaspadai. Batas aman konsumsi vitamin C untuk orang dewasa adalah maksimal 2.000 mg per hari. Jika berlebihan, dapat menyebabkan efek samping seperti diare, mual, kram perut, hingga risiko batu ginjal, terutama pada pria.

Vitamin C tetap penting untuk kesehatan, tetapi tidak perlu dikonsumsi berlebihan dalam bentuk suplemen. Kebutuhan harian sebenarnya sudah bisa terpenuhi dari pola makan seimbang, seperti buah jeruk, tomat, brokoli, dan sayuran hijau lainnya.

(haa/haa)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research