REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Menkes RI) Budi Gunadi Sadikin memberikan sambutan secara daring melalui Zoom Meeting dalam acara launching I-Chip Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) pada Selasa (15/9/2026). Dalam kesempatan tersebut, Budi menyampaikan sejumlah imbauan dan fokus pemerintah dalam meningkatkan kesehatan masyarakat.
Ia menjelaskan Presiden memberikan tiga tugas utama di bidang kesehatan yang perlu dijalankan untuk memastikan masyarakat Indonesia mendapatkan layanan kesehatan yang lebih baik, mulai dari pemeriksaan kesehatan hingga upaya pencegahan penyakit.
Salah satu tugas tersebut adalah program pemeriksaan kesehatan gratis dengan sasaran seluruh populasi. Budi menyampaikan, jumlah masyarakat yang mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis pada tahun sebelumnya mencapai sekitar 70 juta orang, sementara tahun ini targetnya meningkat menjadi 100 juta orang.
“Data hasil pemeriksaan tersebut akan masuk ke dalam sistem data digital Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan dapat menjadi acuan dalam penyusunan kebijakan kesehatan di masa mendatang. Target sasarannya adalah semua populasi,” ujar Budi.
Program kedua yang menjadi perhatian pemerintah adalah penanganan tuberkulosis (TBC). Budi menyebut Indonesia berada di posisi kedua dengan jumlah kasus TBC terbanyak di dunia. Dalam satu tahun, sekitar satu juta orang terkena TBC dan sekitar 120 ribu orang meninggal akibat penyakit tersebut. Ia menjelaskan, kasus TBC terus meningkat karena penyakit tersebut bersifat menular. Karena itu, upaya pencegahan penularan melalui skrining menjadi salah satu langkah penting untuk menemukan kasus lebih awal.
Budi juga menyoroti masih rendahnya penemuan kasus TBC oleh Kemenkes. Menurutnya, kondisi tersebut salah satunya terjadi karena masih banyak pasien yang tidak melakukan pengobatan. Pasien yang tidak mendapatkan pengobatan kemudian berpotensi menjadi sumber penularan bagi masyarakat lainnya. Selain TBC, Budi turut menyinggung kasus stroke. Ia menyebut pada 2022 terdapat banyak korban yang meninggal akibat stroke karena tidak melakukan pemeriksaan kesehatan dan tidak memperoleh penanganan yang tepat.
Dalam sambutannya, Budi juga membahas persoalan meningkatnya kebutuhan anggaran untuk obat-obatan dan produk kesehatan. Meskipun sejumlah obat telah diproduksi di dalam negeri, bahan baku yang digunakan masih bergantung pada impor sehingga biaya belanja kesehatan tetap besar. Menurutnya, keterlibatan industri dalam memenuhi kebutuhan kesehatan dapat membantu menekan biaya.
“Dengan membuka ini ke industri, Kementerian Perindustrian bisa membuat alat yang dibutuhkan oleh kesehatan dan dapat menekan biaya,” ujarnya. Penghematan biaya tersebut dapat dialihkan untuk memenuhi kebutuhan lain yang lebih mendesak dalam sektor kesehatan.
Budi menegaskan bahwa tujuan utama pembangunan kesehatan bukan hanya mengobati masyarakat ketika sudah sakit, tetapi memastikan masyarakat dapat menjaga kesehatannya sejak awal. Ia menilai pola pikir bahwa kesehatan hanya berkaitan dengan pengobatan ketika penyakit muncul perlu diubah karena pendekatan tersebut membutuhkan biaya besar dan dapat terlambat dilakukan. “Harus memastikan rakyat Indonesia sehat,” tegasnya.
Menurut Budi, masyarakat perlu menerapkan gaya hidup sehat melalui pola makan yang baik, tidur yang cukup, olahraga, serta rutin melakukan pemeriksaan kesehatan. Dengan pemeriksaan rutin, kondisi kesehatan dapat diketahui lebih awal sehingga apabila terdapat masalah kesehatan, masyarakat dapat memperoleh penanganan dengan cepat dan tepat.

8 hours ago
4















































