Menhub Buka 5 Bandara Alternatif 24 Jam Imbas Erupsi Anak Krakatau

12 hours ago 7

Menhub Dudy Purwagandhi umumkan operasional 24 jam Bandara Kertajati, Semarang, Juanda, YIA, dan Solo sebagai alternatif selama 8 bandara ditutup akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Menhub: Bandara alternatif beroperasi 24 jam selama 8 bandara ditutup.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menyatakan pemerintah mengoperasikan sejumlah bandara alternatif selama 24 jam untuk menjaga kelancaran mobilitas penumpang. Langkah ini diambil setelah delapan bandara ditutup akibat sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).

Adapun delapan bandara yang ditutup imbas abu vulkanik meliputi Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, Bandara Radin Inten II Lampung, Bandara Husein Sastranegara Bandung, Bandara Budiarto Curug Tangerang, Bandara Pondok Cabe Tangerang Selatan, Bandara Taufik Kiemas di Pesisir Barat Lampung, serta Bandara Atung Bungsu di Pagar Alam Sumsel. Pemerintah menjadwalkan penutupan delapan bandara itu hingga Minggu pukul 23.59 WIB.

"Tadi saya sampaikan untuk memberikan alternatif kepada airlines apabila ingin menggunakan, karena kita sudah membuka bandara alternatif, Bandara Kertajati, Bandara Semarang, Juanda, YIA Jogja, kemudian Solo juga kita buka untuk operasi 24 jam," kata Menhub terkonfirmasi di Jakarta, Minggu.

Daftar Bandara Alternatif 24 Jam

Bandara alternatif yang disiapkan meliputi Bandara Kertajati di Majalengka, Bandara Ahmad Yani di Semarang, Bandara Juanda di Surabaya, Yogyakarta International Airport (YIA), serta Bandara Adi Soemarmo di Solo. Menhub menjelaskan seluruh bandara alternatif tersebut dapat digunakan maskapai untuk pendaratan maupun keberangkatan selama kondisi operasional di delapan bandara terdampak masih belum memungkinkan demi keselamatan penerbangan.

Pemerintah memberikan keleluasaan kepada setiap maskapai untuk menentukan penggunaan bandara alternatif sesuai kebutuhan operasional, jadwal penerbangan, serta kesiapan armada dan pelayanan kepada seluruh penumpang terdampak. "Tergantung kepada masyarakat apakah masih ingin melakukan perjalanan dengan memindah perjalanannya ke bandara-bandara alternatif tersebut atau mereka membatalkan perjalanannya," beber Dudy.

sumber : antara

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research