Abu Anak Krakatau Ganggu Warga Jakarta, Masker Dibagikan di 44 Kelurahan

2 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Pusat membagikan 4.000 masker kepada masyarakat di 44 kelurahan untuk mengantisipasi paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

“Hari ini, kita bagikan 4.000 masker ke masyarakat. Pembagian masker tersebar di seluruh wilayah Jakarta Pusat oleh petugas,” kata Kepala Satpol PP Jakarta Pusat Purnama Hasudungan Panggabean di Jakarta, Senin (7/9/2026).

Purnama mengatakan pembagian masker dilakukan secara serentak di seluruh wilayah Jakarta Pusat, terutama di lokasi yang menjadi pusat aktivitas dan mobilitas masyarakat.

Sejumlah titik yang menjadi sasaran pembagian antara lain Bundaran Hotel Indonesia (HI), pasar, stasiun kereta api, kawasan permukiman, serta sejumlah ruas jalan yang ramai dilalui masyarakat.

Menurut Purnama, pembagian masker merupakan bentuk kepedulian Satpol PP terhadap masyarakat yang tetap harus beraktivitas di luar ruangan di tengah potensi paparan abu vulkanik.

“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang, tetapi waspada terhadap dampak abu vulkanik. Gunakan masker saat beraktivitas di luar rumah dan ikuti arahan petugas demi menjaga kesehatan,” ujar Purnama.

Selain menggunakan masker, masyarakat diminta mengikuti perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau melalui sumber informasi resmi pemerintah. Warga juga diingatkan agar tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

“Jangan mudah termakan informasi yang menyesatkan. Jika mendapat informasi di masyarakat, coba dicek terlebih dahulu melalui situs resmi dari pemerintah yang lebih akurat,” tutur Purnama.

Dampak abu vulkanik mulai dirasakan sebagian warga yang beraktivitas di luar ruangan. Salah seorang warga, Anto Sudrajat (45), mengaku mengalami gangguan pada mata dan pernapasan setelah munculnya abu vulkanik.

Dia pun mengapresiasi pembagian masker yang dilakukan petugas karena dapat membantu warga mengurangi paparan abu selama beraktivitas.

“Kalau biasanya saya naik motor tidak sakit mata, saya tutup kaca helmnya. Nah ini, semenjak adanya abu Anak Gunung Krakatau, jadi sedikit perih,” ungkap Anto.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya menyatakan terus memantau penyebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Berdasarkan analisis citra satelit pada Ahad (6/9/2026) pagi, sebaran abu teridentifikasi mencapai sejumlah wilayah, termasuk Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat hingga Bengkulu.

BMKG menjelaskan abu vulkanik pada ketinggian hingga sekitar 20 ribu kaki sempat bergerak ke arah timur laut hingga selatan. Sebarannya mencakup sebagian wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat serta perairan di sekitarnya.

Pergerakan abu vulkanik sangat dipengaruhi arah dan kecepatan angin pada berbagai lapisan atmosfer. Karena itu, wilayah yang berpotensi terdampak dapat berubah mengikuti perkembangan kondisi cuaca.

Dinamika sebaran abu vulkanik juga sempat berdampak terhadap aktivitas penerbangan. Sejumlah bandar udara di Pulau Jawa dan Sumatra ditutup sementara sebagai langkah mitigasi untuk menjamin keselamatan penerbangan.

BMKG mengimbau masyarakat yang berada di wilayah terdampak untuk mengurangi aktivitas di luar rumah apabila tidak mendesak. Warga yang tetap harus beraktivitas di luar ruangan disarankan menggunakan masker serta pelindung mata untuk meminimalkan paparan partikel abu.

Perhatian khusus juga perlu diberikan kepada kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki sensitivitas terhadap debu maupun gangguan pernapasan. Partikel abu vulkanik dapat menimbulkan iritasi pada mata, kulit, serta saluran pernapasan apabila terpapar dalam jumlah tertentu.

sumber : Antara

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research