Mengenal Lailatul Qadar, Malam Mulia yang Dikhususkan untuk Umat Nabi Muhammad SAW

1 hour ago 1

Jamaah membaca Alquran saat itikaf di Masjid Al Falah Apartemen Bassura City, Jakarta, Senin (24/3/2025) malam.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Lailatul Qadar merupakan salah satu malam paling agung dalam Islam yang penuh kemuliaan dan keberkahan. Malam ini tidak hanya dikenal sebagai malam turunnya Alquran, tetapi juga diyakini sebagai malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan.

Keistimewaannya bahkan disebut sebagai karunia khusus yang Allah SWT berikan kepada umat Nabi Muhammad SAW sehingga menjadi kesempatan besar bagi umat Islam untuk meraih pahala berlipat ganda dalam waktu yang singkat.

Berdasarkan bahasa, lailatul qadar terdiri atas dua kata, yaitu lail yang artinya malam dan qadar yang memiliki banyak arti. Namun banyak orang keliru dan menyebutnya “malam lailatul qadar”, padahal tidak perlu menyebut kata “malam”. Cukup dengan menyebut malam qadar atau lailatul qadar.

Malam dimulai sejak matahari terbenam di ufuk barat hingga terbit di ufuk timur. Sementara itu, qadar memiliki banyak arti dan muncul berkali-kali dalam Alquran dengan makna yang berbeda-beda.

Dalam buku Jaminan Mendapat Lailatul Qadar yang ditulis Ustadz Ahmad Sarwat dan diterbitkan Rumah Fiqih, dijelaskan bahwa dalam Alquran penggunaan kata al-qadaru merujuk pada makna kemuliaan. Malam qadar dipahami oleh sebagian ulama sebagai malam mulia yang tiada bandingnya. Malam itu mulia karena terpilih sebagai malam turunnya Alquran.

Di dalam Alquran juga muncul kata qadar dengan makna kadar atau ukuran. Al-qadaru juga ditemukan dalam Alquran dengan makna kesempitan.

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research