Mendiktisaintek Siapkan Tiga Strategi Atasi Masalah Kesehatan Mental di Kampus

1 day ago 5

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, mengapresiasi program Out Loud Republika bertema "Grow Through What You go Through" yang digelar di Fakultas FISIP Universitas Indonesia pada Kamis (26/2/2026). Menurut dia, talkshow kesehatan mental dan healing experience di lingkungan kampus sangat penting dan mendesak.

"Pertama-tama saya apresiasi terselenggaranya acara ini. Karena topik kesehatan mental bukan cuma relevan namun sangat mendesak," kata Brian yang hadir secara virtual, Kamis (26/2/2026).

Brian memaparkan berbagai faktor yang kerap membebani mahasiswa, mulai dari tekanan akademik, persoalan ekonomi, krisis identitas, latar belakang keluarga, relasi sosial yang rapuh, hingga kecemasan akan masa depan. Berbagai persoalan tersebut sering kali berkelindan tanpa ruang aman untuk diproses secara sehat.

Akibatnya, potensi mahasiswa yang seharusnya berkembang justru terhenti sebelum tumbuh optimal. la menegaskan, persoalan ini bukan semata kegagalan individu, melainkan sinyal sistemik bahwa ekosistem pendidikan tinggi belum sepenuhnya siap menghadapi kompleksitas manusia di dalamnya.

"Selama ini, kesehatan mental mahasiswa terlalu lama diposisikan sebagai urusan personal, seolah-olah ketangguhan psikologis sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu. Pendekatan itu dinilai tidak lagi memadai. Jika mahasiswa adalah aset strategis bangsa, maka kesehatan mental adalah kepentingan publik," kata Brian.

Brian juga mengakui bahwa sebagian besar universitas di Indonesia sejak awal tidak dirancang, baik dari sisi infrastruktur maupun sumber daya manusia, untuk menangani gangguan kesehatan mental secara sistematis. Layanan konseling di banyak kampus masih minimal, terfragmentasi, bahkan ada yang belum tersedia.

Di sisi lain, dosen dan tenaga kependidikan dibebani ekspektasi akademik tanpa dibekali literasi kesehatan mental yang memadai. Mahasiswa pun masih menghadapi stigma ketika berupaya mencari bantuan.

"Untuk itu, kami di kementerian memandang solusi atas isu kesehatan mental mahasiswa tidak bisa bersifat instan, melainkan harus dibangun sebagai proses transformasi ekosistem pendidikan tinggi," kata dia.

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research