REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Semarak Ramadhan 1447 Hijriah terasa di berbagai daerah, mulai dari masjid, pasar takjil, hingga jalan raya. Beragam inisiatif dilakukan untuk memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan nyaman, aman, dan penuh kebersamaan.
Di Jakarta Pusat, Masjid Agung Sunda Kelapa menyiapkan sekitar 1.000 porsi makanan berbuka puasa setiap hari bagi masyarakat. Sekretaris Dewan Pengurus masjid, Ahmad Huraera, menyampaikan bahwa jumlah tersebut bahkan sempat mencapai 1.300 porsi pada hari-hari tertentu. Menu yang disediakan bukan sekadar takjil atau kudapan manis, melainkan paket nasi lengkap dengan lauk yang bervariasi selama 30 hari Ramadhan.
Tak hanya berbuka puasa, pada 10 malam terakhir Ramadhan pengurus juga menyiapkan makanan sahur bagi jamaah yang menjalankan iktikaf. Untuk kegiatan iktikaf akbar, tersedia sekitar 2.000 boks paket nasi sahur, meskipun banyak jamaah juga membawa konsumsi sendiri.
Rangkaian kegiatan Ramadhan di masjid tersebut turut dimeriahkan dengan agenda seni dan ekonomi kreatif. Kegiatan “Ramadankustik” yang digelar Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Jakarta Pusat menghadirkan atraksi seni ruang publik di halaman masjid. Acara ini berkolaborasi dengan Tim Penggerak PKK Kota Administrasi Jakarta Pusat yang menyelenggarakan “Bazar Ramadan” pada 21–25 Februari 2026. Selain itu, Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Pusat juga menggelar “Festival Beduk” pada 24–25 Februari 2026, menambah nuansa tradisi dan budaya dalam suasana ibadah.
Sementara itu di Jawa Timur, pengawasan keamanan pangan menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Pemerintah Kabupaten Banyuwangi melalui puskesmas dan laboratorium kesehatan daerah (labkesda) aktif melakukan pemeriksaan serta uji laboratorium terhadap makanan dan minuman yang dijual di pasar takjil Ramadhan. Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menginstruksikan seluruh dinas terkait, puskesmas, kecamatan, hingga pemerintah desa untuk mendukung penyelenggaraan pasar takjil sekaligus memantau keamanan produk yang dijual.
Saat ini terdapat 60 titik pasar takjil yang tersebar di seluruh kecamatan di Banyuwangi dengan melibatkan sekitar 2.245 pedagang. Pemeriksaan dilakukan secara rutin sebagai bagian dari prosedur standar operasional (SOP). Tim laboratorium, seperti di Puskesmas Purwoharjo, mengambil sampel makanan dan minuman secara acak untuk diuji langsung di lokasi. Setiap sampel diperiksa secara teliti guna memastikan bebas dari bahan berbahaya seperti formalin, boraks, dan rodamin B. Selain pengujian, petugas juga memberikan edukasi kepada pedagang agar menggunakan bahan baku yang aman dan sehat, demi menjaga kepercayaan konsumen serta keberlanjutan usaha mereka.
Di Kota Tangerang, Banten, perhatian terhadap kenyamanan dan tata kelola pasar takjil juga mengemuka. DPRD Kota Tangerang meminta PT Tangerang Nusantara Global (TNG) selaku pengelola kawasan Pasar Lama untuk lebih memperhatikan kebersihan, penataan pedagang, dan pengelolaan lahan parkir. Anggota DPRD Kota Tangerang, Yeni Kusumaningrum, menegaskan bahwa warga tidak hanya mencari makanan untuk berbuka, tetapi juga rasa aman dan nyaman saat berkunjung.
sumber : Antara

3 hours ago
4












































