Majalengka Siapkan Lahan untuk Sekolah Rakyat, Pembangunan Dimulai Februari 2026

4 hours ago 2

Presiden Prabowo Subianto (tengah) berbincang dengan siswa sekolah rakyat saat meninjau kegiatan belajar mengajar dan fasilitas di Sekolah Rakyat Menengah Atas 10 Margaguna, Jakarta Selatan, Kamis (11/9/2025). Pemerintah menargetkan pada tahun ajaran 2025/2026 sebanyak 165 sekolah rakyat jenjang SD, SMP dan SMA/sederajat siap beroperasi, dengan total kapasitas 15.895 siswa, didukung 2.407 guru dan 4.442 tenaga pendidik.

REPUBLIKA.CO.ID, MAJALENGKA – Pemkab Majalengka telah menyiapkan lahan seluas tujuh hektare untuk pembangunan Sekolah Rakyat. Gedung itu diproyeksikan memiliki daya tampung hingga 100 siswa.

Adapun lahan untuk Sekolah Rakyat itu rencananya di Blok Nanggerang, Kelurahan Simpeureum, Kecamatan Cigasong, Kabupaten Majalengka. Pembangunan sekolah tersebut direncanakan memasuki tahap groundbreaking pada Februari 2026, melalui koordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

Bupati Majalengka, Eman Suherman, mengatakan, lahan seluas tujuh hektare yang disiapkan Pemkab Majalengka itu telah sesuai dengan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR). “Pembangunan Sekolah Rakyat ini diperkirakan menyerap anggaran sekitar Rp 6,5 miliar,” ujar Eman, Kamis (22/1/2026).

Eman pun telah melakukan peninjauan untuk memverifikasi kesiapan lahan serta aksesibilitas lokasi sebelum memasuki tahap konstruksi fisik. Salah satu fokus utama dalam survei lapangan tersebut adalah pengaturan akses masuk kendaraan berat selama proses pembangunan.

Untuk meminimalisasi dampak sosial serta mencegah kerusakan jalan lingkungan warga, Pemkab Majalengka memutuskan membuka jalur logistik alternatif sepanjang 170 meter. Hal itu juga dimaksudkan agar proses pembangunan tidak mengganggu kenyamanan masyarakat.

“Solusinya, pemerintah daerah akan menyewa lahan milik warga selama satu tahun untuk dijadikan akses jalan dari area POM. Pembiayaan akan menggunakan Dana Belanja Tidak Terduga (BTT) sebagai bentuk komitmen daerah dalam mendukung program strategis nasional,” jelasnya.

Eman menambahkan, Kabupaten Majalengka juga berpeluang menerima program lanjutan berupa Sekolah Terpadu (SD–SMP–SMA). Adapun kapasitasnya hingga 1.000 siswa, dengan kebutuhan lahan sekitar 30 hektare.

“Keberlanjutan program ini sangat bergantung pada kepercayaan Pemerintah Pusat terhadap kesiapan daerah. Karena itu, sinergi antar-OPD, khususnya dalam hal perizinan dan administrasi, harus berjalan optimal agar tidak terjadi keterlambatan,” tambahnya. n lilis sri handayani

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research