Mahasiswa UNISA Gelar Geber Warga, Ajak Waspadai Ancaman Judi Online terhadap Keluarga

10 hours ago 6

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN – Maraknya praktik judi online atau judol yang kian merambah ke berbagai lapisan masyarakat mendorong mahasiswa Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA) untuk turun langsung memberikan edukasi kepada warga. Melalui program Geber Warga (Gelar Edukasi Bersama Warga), tim ANTARIKSA UNISA bersama Jamaah Kajian Khairunnisa Masjid Ottoman menggelar diskusi mengenai dampak destruktif judi online di Desa Tirtoadi dan Nogotirto, Gamping, Sleman.

Kegiatan yang berlangsung pada pertengahan Juni 2026 tersebut mempertemukan tokoh masyarakat, perangkat desa, serta warga dalam forum dialog santai. Dalam suasana akrab, peserta membahas berbagai persoalan yang muncul akibat judi online, mulai dari kerugian ekonomi hingga konflik dalam keluarga.

Dukuh Padukuhan Jetis Tirtoadi, Darsono, mengungkapkan bahwa sejumlah warga di wilayahnya telah menjadi korban praktik judi online yang bermula dari iklan dan promosi di telepon genggam. Dampak yang ditimbulkan cukup beragam tidak hanya berupa kehilangan uang, tetapi juga berujung pada jeratan pinjaman digital.

"Ada warga yang kehilangan modal usaha akibat tergiur iklan di ponsel. Modus pinjaman kecil dari puluhan ribu rupiah bisa menembus jutaan rupiah dan menjerat warga sebelum akhirnya dihentikan paksa oleh lingkungan," ujarnya dalam siaran pers yang diterima, Sabtu (27/6/2026).

Sementara itu, Pengurus Komunitas Kajian Khairunnisa Masjid Ottoman, Yaya Tazkiyah tak menepis bahwa selain menyasar masyarakat umum, ancaman judi online juga dinilai rentan menyerang kalangan muda. Mahasiswa dan pelajar disebutnya sering menjadi sasaran karena kurangnya literasi keuangan dan godaan mendapatkan keuntungan instan.

Menurutnya, dampak judi online dapat menghancurkan masa depan generasi muda. Ia mencontohkan kasus seorang mahasiswa yang terpaksa menghentikan kuliahnya akibat terlilit utang dari aktivitas perjudian daring.

"Semua yang ada di HP bisa berdampak baik maupun buruk, tergantung kita yang menggunakannya. Namun apabila pelaku sudah berkeluarga, dampaknya meluas pada kondisi psikologis pasangan hingga anak-anak"  katanya.

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research