REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Ida Zuniarti, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNM
Di setiap tahun ajaran baru, saya selalu menerima pertanyaan yang sama dari siswa SMA dan SMK: “Bu, jurusan apa yang benar-benar bisa bikin saya dapat kerja?”
Pertanyaan ini wajar. Di tengah dunia kerja yang berubah sangat cepat karena digitalisasi, memilih kampus dan jurusan bukan lagi soal gengsi, melainkan soal bertahan hidup di masa depan.
Inilah mengapa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis tidak lagi merancang pendidikan berbasis hafalan, tetapi berbasis kesiapan kerja. Dunia industri hari ini tidak mencari lulusan yang hanya bisa menjawab soal ujian. Mereka mencari anak muda yang mampu berpikir, beradaptasi, dan bekerja di ekosistem digital.
Di FEB UNM, kami hanya membuka program studi yang benar-benar dibutuhkan pasar: Manajemen dan Bisnis Digital. Manajemen kami rancang untuk mencetak calon pemimpin dan pengelola bisnis yang paham strategi, data, dan perubahan pasar. Sementara Bisnis Digital kami arahkan bagi generasi yang ingin bergerak di dunia startup, e-commerce, digital marketing, dan kewirausahaan berbasis teknologi.
Namun, jurusan saja tidak cukup. Yang membuat lulusan gagal bersaing adalah minimnya pengalaman. Itulah sebabnya kami menjalankan Internship Experience Program (IEP) 3+1, yaitu tiga tahun kuliah dan satu tahun penuh magang di industri. Ini bukan magang formalitas. Mahasiswa benar-benar bekerja, berinteraksi dengan profesional, menghadapi target, dan menyelesaikan masalah nyata.
Bagi saya, kuliah tanpa pengalaman industri adalah seperti belajar berenang tanpa pernah masuk air. Mahasiswa harus merasakan langsung dunia kerja agar tidak kaget ketika lulus. Lewat program unggulan IEP 3+1 ini, lulusan FEB Universitas Nusa Mandiri tidak datang ke perusahaan dengan tangan kosong, tetapi membawa portofolio, mental kerja, dan kepercayaan diri.
Kami juga memastikan proses belajar di kampus tidak terputus dari realitas industri. Mahasiswa kami belajar lewat studi kasus nyata, proyek kolaboratif, dan problem bisnis yang benar-benar terjadi di lapangan. Dengan cara ini, mereka tidak hanya paham teori, tetapi mengerti bagaimana teori itu dipakai untuk menghasilkan solusi dan nilai ekonomi.
Saya selalu mengatakan kepada calon mahasiswa: kuliah bukan tentang mencari gelar, tetapi tentang menyiapkan hidup. Di FEB Universitas Nusa Mandiri, kami tidak menjanjikan jalan yang mudah, tetapi kami menyiapkan jalan yang relevan dengan masa depan.
Jika Anda hari ini masih SMA atau SMK dan sedang menentukan arah hidup, pertanyaannya bukan “kampus mana yang paling terkenal?”, tetapi “kampus mana yang paling siap menghadapi dunia kerja digital?” Di situlah FEB Universitas Nusa Mandiri menempatkan diri sebagai rumah bagi generasi yang ingin benar-benar siap, bukan sekadar lulus.

1 day ago
2













































