Krisis Kondom Mulai Menghantui Dunia, Harga Mahal-Stok Menipis

4 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Produsen kondom terbesar di dunia, Karex, berencana menaikkan harga sebesar 20% hingga 30%. Perusahaan asal Malaysia tersebut mengatakan kenaikan harga mungkin bisa lebih tinggi lagi jika gangguan rantai pasokan berlanjut akibat perang Iran.

Karex mengatakan permintaan kondom meningkat sekitar 30%. CEO Karex Goh Miah Kiat menyebut kenaikan biaya logistik serta keterlambatan pengiriman membuat stok kondom menipis di pasaran.

"Situasinya jelas sangat tidak menguntungkan, biaya tambah mahal. Saat ini kami tidak punya pilihan selain meneruskan kenaikan biaya itu kepada pelanggan," ujar Goh dalam wawancara dengan Reuters.

Karex memproduksi lebih dari 5 miliar kondom setiap tahun. Perusahaan ini menjadi pemasok bagi sejumlah merek besar seperti Durex dan Trojan.

Mengutip Guardian, sejak konflik dimulai pada akhir Februari, Karex terbebani peningkatan biaya produksi, mulai dari karet sintetis dan nitril yang digunakan dalam pembuatan kondom hingga bahan kemasan dan pelumas seperti aluminium foil dan minyak silikon, kata Goh.

Ia mengatakan Karex memiliki persediaan yang cukup untuk beberapa bulan ke depan. Perusahaan juga berupaya meningkatkan produksi untuk memenuhi permintaan yang meningkat, karena persediaan kondom global telah menurun secara signifikan setelah ada pemotongan bantuan luar negeri yang signifikan, khususnya oleh Badan Pembangunan Internasional AS tahun lalu.

Pengiriman Karex ke tujuan seperti Eropa dan Amerika Serikat sekarang membutuhkan waktu hampir dua bulan untuk sampai, padahal normalnya hanya satu bulan.

"Kami melihat ada banyak kondom masih berada di kapal yang belum sampai ke tujuan tetapi sangat dibutuhkan konsumen," kata Goh.

(hsy/hsy)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research