Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho dan jajaran Polda Jabar memberikan keterangan pers di Pos Terpadu Operasi Ketupat Lodaya 2026 Polda Jabar, di Rest Area KM 57 Jakarta-Cikampek, Ahad (15/3/2026).
REPUBLIKA.CO.ID, CIKAMPEK -- Korlantas Polri memperkuat koordinasi dengan jajaran Polda Jawa Barat (Jabar) dalam pengamanan arus mudik Lebaran 2026. Sinergi tersebut guna memastikan keamanan dan kelancaran perjalanan masyarakat selama periode mudik.
Kakorlantas Irjen Pol Agus Suryonugroho meninjau langsung Pos Terpadu Operasi Ketupat Lodaya 2026 di Rest Area KM 57 Tol Jakarta–Cikampek, Ahad (15/3/2026). Dalam kunjungan itu, ia menerima paparan dari jajaran Polda Jabar terkait pengelolaan keamanan serta skenario rekayasa lalu lintas selama masa mudik.
"Kami mendapat paparan dari Pak Dirlantas mengenai skenario pengelolaan harkamtibmas. Kami juga mendapat paparan dari Karo Ops tentang bagaimana Operasi Ketupat ini tidak hanya di bidang lalu lintas, tetapi juga di bidang harkamtibmas. Jadi, semuanya sudah terkelola dengan baik,” kata Agus, dikutip Senin (16/3/2026).
Ia mengapresiasi kesiapan pos terpadu yang terintegrasi dengan dukungan teknologi pemantauan lalu lintas. Infrastruktur tersebut membantu petugas memantau kondisi arus kendaraan sekaligus menentukan langkah penanganan di lapangan.
Pemantauan juga menunjukkan kondisi lalu lintas di wilayah Jawa Barat masih tertib dan terkendali pada awal pelaksanaan Operasi Ketupat. Indikator keselamatan bahkan menunjukkan penurunan fatalitas kecelakaan dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
“Bahkan indikator fatalitas korban mengalami penurunan hingga 91 persen. Tahun lalu pada periode yang sama tercatat 26 orang meninggal dunia, sekarang baru satu orang,” ujar Agus.
Korlantas Polri memanfaatkan sistem digital untuk memantau arus kendaraan secara real time. Data tersebut menjadi dasar penentuan kebijakan rekayasa lalu lintas ketika volume kendaraan meningkat menuju jalur Trans Jawa.

1 hour ago
1














































