Kiai Zuhri: Pesantren Harus Hadir dalam Dakwah yang Menyentuh Kehidupan Nyata

3 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, PROBOLINGGO -- Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur KH Moh Zuhri Zaini menyebut misi utama pesantren adalah dakwah yang mencakup berbagai aspek kehidupan, mulai dari ritual, spiritual, sosial, ekonomi, hingga politik.

Kiai Zuhri mencontohkan Nabi Muhammad SAW sebagai pebisnis sukses yang menggunakan hartanya untuk perjuangan dakwah. Hal serupa, menurut dia, juga dilakukan oleh pendiri Pondok Pesantren Nurul Jadid KH Zaini Mun’im.

“Kiai Zaini Mun’im adalah seorang pebisnis tembakau, dan beliau membudidayakan tembakau hingga mampu membangun masjid pertama di pesantren ini dari hasil penjualannya. Beliau mengajarkan ekonomi adalah sarana ibadah dan perjuangan,” ujarnya dalam acara halaqah alumni rangkaian Haul Masyayikh dan peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-77 di Aula Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo, Sabtu (17/1/2026).

Ia juga menekankan pentingnya penguasaan ekonomi dengan mengutip semboyan, “Laisa indal fulus fahuwa manfus,” yang dimaknai sebagai orang yang tidak memiliki uang akan sulit bergerak.

Selain aspek ekonomi, Kiai Zuhri menceritakan bagaimana KH Zaini Mun’im melakukan dakwah kultural secara bijak. Salah satunya dengan mengubah tradisi sesajen di sawah menjadi tradisi tumpengan yang disertai pembacaan doa Surat Yasin dan Tahlil.

“Cara mengubah tradisi yang tidak sesuai syariat dilakukan dengan bijak, tidak dengan marah-marah apalagi memakai pentungan. Ini perlu kita tiru,” katanya.

Dalam bidang pendidikan, lanjut Kiai Zuhri, Pesantren Nurul Jadid telah menerapkan kurikulum yang menggabungkan ilmu agama, seperti kitab kuning, dengan ilmu umum, di antaranya matematika dan sosiologi, jauh sebelum kurikulum nasional diterapkan secara luas. 

sumber : Antara

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research