REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengatakan, penanganan bencana di berbagai wilayah Indonesia tidak hanya terfokus di Sumatera, tetapi juga di Pulau Jawa dan daerah lainnya, termasuk Kabupaten Kudus dan Pati, Provinsi Jawa Tengah. Bencana banjir mengguyur Kudus, Pati, dan sekitarnya sejak 10 Januari 2026 akibat tingginya intensitas hujan di wilayah tersebut.
Dody Hanggodo menyampaikan sejak awal terjadinya bencana, Kementerian PU telah bergerak cepat dengan menurunkan tim personel untuk melakukan respons darurat, inspeksi infrastruktur terdampak, serta mendukung komando penanganan darurat daerah. "Dukungan juga diberikan melalui pengiriman alat berat, peralatan pendukung, serta bahan dan sarana kebencanaan ke lokasi terdampak," ujar Dody dalam keterangan tertulis di Jakarta, Ahad (18/1/2026).
Penanganan banjir di Kudus dan Pati dilaksanakan oleh Kementerian PU melalui balai yang berada di Provinsi Jawa Tengah secara terpadu, mengingat kedua wilayah tersebut berada dalam satu sistem sungai, yakni Sungai Juana yang berada di bawah tanggung jawab Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana.
Sebagai bagian dari respons cepat Kementerian PU, BBWS Pemali Juana telah mengerahkan 20 unit alat berat untuk menutup tanggul sungai yang jebol, membersihkan sampah yang menyumbat jembatan dan gorong-gorong, serta melakukan penggalian alur sungai guna memperlancar aliran air sejak awal bencana.
Akses utama menuju Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara yang sebelumnya tertutup timbunan material longsor yang cukup masif, saat ini berangsur pulih. "Alhamdulillah, desa yang sebelumnya terisolasi kini mulai terbuka aksesnya," kata Kepala BBWS Pemali Juana Sudarto.
Sudarto mengatakan, BBWS Pemali Juana berkolaborasi dengan BPBD melakukan pengalihan alur sungai menggunakan krib dan bronjong yang selanjutnya akan dibangun jalan darurat di atasnya agar dapat dilalui kendaraan roda empat. Selain itu, penanganan juga dilakukan pada longsoran tanggul Sungai Suwatu di Desa Bulumanis Kidul, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, sebagai bagian dari upaya pengamanan sungai dan perlindungan kawasan permukiman warga.
"Dari hasil rapat koordinasi bersama di Kantor DPRD Kudus pada 16 Januari 2026, disepakati sebagian besar wilayah terdampak banjir di Kudus telah berhasil ditangani dan genangan air berangsur surut," ucap Sudarto.
Selanjutnya untuk penanganan jangka panjang, Sudarto menambahkan BBWS Pemali Juana akan melanjutkan pekerjaan normalisasi Sungai Juwana yang melintasi Kabupaten Kudus dan Pati. Direncanakan mulai dikerjakan pada 2026 dengan skema anggaran tahun jamak.
"Pati dan Kudus bisa dikatakan satu paket karena dari satu sungai, yaitu Sungai Juana yang normalisasi dan sudetannya mestinya sudah bisa kita kerjakan bersamaan dengan Sungai Wulan yang sudah sukses. Terbukti tidak banjir lagi di perbatasan Demak - Kudus," lanjut Sudarto.
Pekerjaan normalisasi akan dilaksanakan secara bertahap mengingat besarnya kebutuhan anggaran serta masih adanya kendala pembebasan lahan di sepanjang alur sungai yang prosesnya membutuhkan koordinasi lintas daerah.
"Karena terkendala pembebasan lahan paling cepat tahun ini baru bisa dilaksanakan jika lahan selesai dibebaskan. Saat ini BBWS Pemali Juana tengah berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan para pemangku kepentingan terkait untuk menyelesaikan persoalan tersebut," kata Sudarto.

3 hours ago
2












































