Pedagang cabai merah rawit memilah kualitas cabai di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (18/2/2025).
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kementerian Pertanian (Kementan) mengguyur 1,7 ton cabai rawit merah ke Pasar Induk Kramat Jati pada Ahad (22/2/2026). Langkah ini ditempuh guna meredam lonjakan harga di tingkat konsumen bertepatan dengan momen Ramadan.
Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Kementan, Muhammad Agung Sunusi, menyampaikan pasokan cabai ke pasar induk tersebut akan terus diperkuat melalui pengiriman dari sentra produksi yang didukung jaringan champion cabai di berbagai daerah.
“Pasokan ke PIKJ akan terus kami jaga. Champion cabai di sentra produksi siap mengirimkan cabai rawit merah secara berkelanjutan agar kebutuhan masyarakat selama Ramadan tetap terpenuhi,” kata Agung di Jakarta, dikutip Selasa (24/2/2026).
Ia menjelaskan, harga cabai rawit merah dari champion cabai ditetapkan di kisaran Rp50.000 per kilogram. Untuk menahan harga di tingkat konsumen, pemerintah melalui fasilitasi distribusi pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) memberikan subsidi biaya transportasi dari sentra produksi ke pasar induk.
Dengan skema tersebut, harga cabai rawit merah di tingkat konsumen diharapkan tidak melampaui Rp65.000 per kilogram. Intervensi distribusi diarahkan agar pasokan tetap lancar dan harga tetap terjangkau saat permintaan meningkat.
Agung memerinci, secara umum harga komoditas hortikultura lain relatif stabil. Cabai rawit putih berada di kisaran Rp30.000 per kilogram, cabai keriting hijau Rp25.000 per kilogram, cabai merah besar Rp40.000 per kilogram, dan cabai keriting merah Rp50.000 per kilogram. Kenaikan signifikan hanya terjadi pada cabai rawit merah dalam beberapa waktu terakhir.
Menurut dia, kenaikan harga dipicu curah hujan tinggi di sejumlah sentra produksi yang menghambat aktivitas panen. Pada saat yang sama, konsumsi masyarakat meningkat menjelang Ramadan, termasuk kebutuhan untuk tradisi nyekar di sejumlah daerah.
“Curah hujan tinggi membuat petani tidak bisa melakukan pemetikan secara optimal. Ditambah peningkatan konsumsi masyarakat menjelang Ramadan, harga sempat naik. Namun dengan intervensi distribusi ini, kami optimistis harga segera stabil,” ujar Agung.

2 hours ago
1












































