Sejumlah pekerja menjemur ikan teri kualitas ekspor di Desa Saramake, Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara, Ahad (2/6/2024).
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pemerintah mendorong desa menjadi motor pertumbuhan ekonomi baru melalui penguatan akses pasar dan kolaborasi lintas sektor. Skema desa ekspor diproyeksikan menjadi salah satu pengungkit utama peningkatan nilai tambah di tingkat lokal.
Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) menggandeng berbagai pihak untuk mempercepat pembangunan desa. Kerja sama ini ditandai penandatanganan nota kesepahaman di Jakarta, Selasa (28/4/2026).
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto mengatakan, pembangunan desa membutuhkan keterlibatan banyak pihak. “Kita ini support team, bukan superman. Semua harus terlibat dan memiliki desa binaan,” kata Yandri.
Yandri menilai pendekatan kolaboratif diperlukan untuk menjawab berbagai tantangan desa, mulai dari keterbatasan listrik, blank spot, akses air bersih, hingga pendidikan. Ia menegaskan desa harus menjadi subjek pembangunan. “Kalau desa maju, maka Indonesia akan maju,” kata Yandri.
Dalam kerja sama ini, pengembangan desa ekspor menjadi salah satu fokus. Program ini masuk dalam prioritas pembangunan desa nasional untuk memperluas akses pasar dan meningkatkan pendapatan masyarakat.
Ketua Umum Barisan 8 Center Andrio Caesario mengatakan, dukungan diarahkan untuk membuka akses pasar internasional bagi produk desa. “Kita membantu bagaimana hasil sumber daya alam di desa bisa tersalurkan ke pasar ekspor dan memberikan manfaat besar bagi petani,” kata Andrio.
Ia menambahkan, Jawa Barat menjadi salah satu wilayah percontohan dengan komoditas kopi arabika. “Kita ingin mengangkat kopi Jawa Barat agar menjadi salah satu primadona dunia,” kata Andrio.
Selain akses pasar, disiapkan aplikasi pemetaan potensi desa berbasis geotagging. Sistem ini memuat data luas lahan, kualitas komoditas, hingga rantai produksi untuk memudahkan akses informasi bagi pembeli. “Buyer bisa mengetahui potensi desa dari hulu hingga hilir produk,” kata Andrio.
Kemendes menargetkan sekitar 5.000 desa ekspor dalam beberapa tahun ke depan. Pemerintah menilai pendampingan berkelanjutan diperlukan agar program berjalan efektif dan berdampak pada peningkatan ekonomi desa.

2 hours ago
1













































