Kelelahan Saat Puasa, Ternyata Penyebabnya Bukan Cuma Perut Kosong

3 hours ago 1

Wanita mengalami kelelahan saat puasa (ilustrasi). Banyak orang mengira kelelahan saat berpuasa murni disebabkan oleh lapar. Padahal, para praktisi medis menekankan bahwa pola istirahat yang berantakan bisa menjadi biang keladi di balik hilangnya fokus selama siang hari.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ritme aktivitas harian berubah selama Ramadhan, mulai dari jadwal makan, ibadah malam seperti Sholat Tarawih, hingga keharusan bangun dini hari untuk sahur. Perubahan ini menciptakan pergeseran pola tidur yang signifikan.

Sering kali, rasa lemas dan pening yang kita rasakan bukan semata-mata karena perut kosong, melainkan karena pola istirahat yang terfragmentasi. Banyak orang mengira kelelahan saat berpuasa murni disebabkan oleh lapar. Padahal, para praktisi medis menekankan bahwa pola istirahat yang berantakan bisa menjadi biang keladi di balik hilangnya fokus selama siang hari.

“Saya sering melihat pasien berjuang dengan kelelahan, sakit kepala, suasana hati yang rendah, dan konsentrasi yang buruk selama Ramadhan. Dalam banyak kasus, penyebab sebenarnya adalah pola tidur yang tidak teratur daripada puasa itu sendiri,” kata spesialis kedokteran keluarga, dr Mahejabeen Mohammed Abdul Hameed, dilansir laman Gulf News pada Selasa (24/2/2026).

Untuk menghindari "kejutan" pada sistem tubuh, penyesuaian bertahap adalah kunci utamanya. Kita tidak bisa mengharapkan tubuh langsung beradaptasi dengan pola bangun dini hari secara mendadak tanpa konsekuensi kesehatan. Dokter Hameed menyarankan agar kita mulai melatih irama sirkadian tubuh beberapa hari sebelum bulan suci dimulai.

“Mulailah menyesuaikan waktu tidur dan waktu bangun Anda sebanyak 15 hingga 30 menit setiap hari beberapa hari sebelum Ramadhan. Ini membantu tubuh Anda beradaptasi secara alami untuk bangun suhur lebih awal tanpa merasa kurang tidur,” kata dia. Salah satu strategi yang paling direkomendasikan adalah mempertahankan blok tidur utama (core sleep) selama empat hingga enam jam terus-menerus. Stabilnya "jangkar" tidur ini dinilai sangat krusial bagi keseimbangan hormon, metabolisme, dan pemulihan fisik. 

Manfaat power nap

Ketika tidur malam terasa kurang, tidur siang menjadi "pembantu" energi. Namun, ada cara tersendiri agar tidur siang tidak justru membuat kita merasa linglung. Psikolog pusat kedokteran tidur, Markus Specht, menjelaskan bahwa tidur siang yang sehat harus berakhir sebelum kita masuk ke fase tidur nyenyak.

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research