Jakarta, CNN Indonesia --
Kejaksaan Agung (Kejagung) mengungkapkan tiga tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Badan Gizi Nasional (BGN) pada 2025-2026 saling bekerja sama dalam melancarkan dugaan aksi tercelanya.
Ketiga tersangka itu yakni mantan Kepala BGN, Dadan Hindayana, serta dua mantan Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung. Tiga orang yang diumumkan jadi tersangka pada Rabu (3/6) malam itu, sehari sebelumnya, Selasa (2/6) malam dinyatakan telah dicopot Presiden RI Prabowo Subianto dari jabatan teras BGN.
"Bekerja sama bertiga [dalam melakukan aksi dugaan mark-up hingga korupsi]. Pokoknya saling mengetahuilah itu," kata Plh Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Mohammad Jeffry kepada wartawan, Kamis (4/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati demikian, Jeffry belum membeberkan secara rinci soal bagaimana kerja sama yang dilakukan tiga tersangka tersebut.
Jeffry turut menyebut lingkup dugaan korupsi yang dilakukan Dadan cs tidak hanya pada proses pengadaan barang saja. Tetapi juga terkait praktik penentuan titik-titik SPPG.
"Kemarin sudah disampaikan bahwa selain memang terkait pengadaan barang-barang juga, ya terkait dengan titik-titik SPPG, titik-titik dapurlah itu ya," ucap dia.
Sebelumnya, Kejagung menetapkan eks Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana sebagai tersangka korupsi. Selain Dadan, dua mantan Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung juga ditetapkan sebagai tersangka.
Usai menyandang status tersangka, ketiganya pun langsung ditahan Kejagung di Rutan Salemba selama 20 hari ke depan untuk keperluan penyidikan.
Dalam perkara ini, Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Syarief Sulaeman Nahdi menjelaskan program MBG dikelola oleh yayasan yang terafiliasi dengan sekolah penerima.
Akan tetapi, dalam pelaksanaannya banyak SPPG yang ditunjuk karena mempunyai afiliasi dengan petinggi BGN. Kata Syarief, yayasan itu sejatinya juga tidak memiliki syarat untuk menjadi mitra SPPG.
"Dan yayasan-yayasan tersebut mendapatkan insentif miliaran rupiah setiap hari. Dan yayasan-yayasan tersebut terafiliasi di antaranya dimiliki oleh saudara DH, saudara SS, dan saudara LP," ucap Syarief.
Sebelumnya, Prabowo mencopot Dadan, Sony, dan Lodewyk dari jabatan mereka di BGN.
Pencopotan itu diumumkan Mensesneg Prasetyo Hadi pada Selasa (2/6) malam. Prasetyo kala itu mengungkapkan pencopotan Dadan dkk itu karena alasan pelanggaran kedisipilinan dalam pelaksanaan tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sebagai pengganti Dadan, Prabowo mengangkat Wakil Kepala BGN Nanik S Deyang jadi Kepala BGN.
Sebagai pengganti Sony dan Lodewyk, Prabowo mengangkat Agustina Arum Sari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN.
Sehari setelah pencopotan Dadan dkk, pada Rabu pagi ini Kejagung menggeledah kantor BGN dan sejumlah tempat. Selain itu, Dadan dkk digelandang ke Kantor Kejagung untuk diperiksa sebagai saksi.
Lalu, pada Rabu petang tadi, Dadan dkk itu ditetapkan jadi tersangka. Mereka dikenakan rompi pink sebagai tahanan Kejagung, diborgol, dan dibawa ke Rutan Salemba untuk ditahan dalam rangka penyidikan.
Presiden Prabowo buka suara soal tiga pejabat teras Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru sehari dicopotnya ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejagung.
Mulanya, Prabowo mengaku sedih karena terpaksa harus mencopot Dadan, Sony, dan Lodewyk dari posisi pimpinandi BGN. Dia kemudian menyinggung soal proses hukum, tanpa mau berkomentar lebih banyak.
"Saya sebetulnya, hari ini, saat ini sebetulnya saya sedih. Saya tidak bisa tutupi bahwa saya dalam dalam keadaan sedih. Karena, saya terpaksa mengganti orang-orang yang saya, sebenarnya yang saya sayangi, orang yang saya percaya, orang yang saya berikan tugas untuk negara yang sangat berat," ujar Prabowo saat memberi arahan dalam Rapat Konsolidasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Rabu (3/6).
"Saya tidak mau banyak komentar, karena mereka-mereka ini menghadapi masalah penyelidikan hukum. Karena itu saya tidak boleh banyak komentar, nanti seolah saya mempengaruhi," sambungnya.
(dis/kid)
Add
as a preferred source on Google

4 hours ago
1












































