Seorang pemain sepak bola perempuan amputasi Palestina bersiap mengikuti sesi latihan di Deir al-Balah, Jalur Gaza tengah, Rabu (1/7/2026). Seluruh anggota tim merupakan penyintas perang yang kehilangan anggota tubuh akibat serangan selama konflik berlangsung. (FOTO : EPA/HAITHAM IMAD)
Dengan bertumpu pada kruk, para pemain berlatih menguasai bola dan membangun kerja sama tim. Bagi mereka, setiap sesi latihan menjadi langkah kecil untuk kembali percaya pada masa depan. (FOTO : EPA/HAITHAM IMAD)
Latihan yang diselenggarakan Federasi Sepak Bola Amputasi Palestina tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan bermain, tetapi juga menjadi bagian dari proses rehabilitasi fisik dan pemulihan psikologis para penyintas perang. (FOTO : EPA/HAITHAM IMAD)
Di tengah keterbatasan fasilitas dan situasi kemanusiaan yang masih sulit, sepak bola menghadirkan ruang bagi para perempuan penyandang amputasi untuk saling menguatkan dan kembali menemukan rasa percaya diri. (FOTO : EPA/HAITHAM IMAD)
Setiap operan dan setiap langkah di lapangan menjadi simbol perjuangan melawan trauma akibat perang. Mereka tidak lagi hanya dikenang sebagai korban, tetapi sebagai atlet yang terus berusaha bangkit. (FOTO : EPA/HAITHAM IMAD)
Meski kehilangan anggota tubuh, para pemain menunjukkan bahwa keterbatasan bukan akhir dari perjalanan. Semangat mereka menjadi inspirasi tentang ketangguhan di tengah situasi yang penuh ketidakpastian. (FOTO : EPA/HAITHAM IMAD)
Di balik setiap latihan tersimpan keinginan untuk kembali menjalani hidup dengan bermartabat. Sepak bola menjadi cara mereka merawat harapan, membangun persahabatan, dan menatap hari esok. (FOTO : EPA/HAITHAM IMAD)
REPUBLIKA.CO.ID, GAZA -- Perang telah merenggut banyak hal dari mereka, termasuk anggota tubuh yang hilang akibat serangan di Jalur Gaza. Namun di sebuah ruang latihan sederhana di Deir al-Balah, sekelompok perempuan Palestina memilih untuk terus bergerak.
Melalui sepak bola amputasi, mereka perlahan membangun kembali kepercayaan diri, memulihkan luka batin, dan menemukan harapan baru di tengah konflik yang belum berakhir.
sumber : EPA

1 hour ago
1

















































