Keajaiban Perjalanan Nabi Hingga Menembus Langit ke Tujuh

16 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID,Perjalanan Isra Mi’raj merupakan salah satu mukjizat terbesar yang dianugerahkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW. Peristiwa agung ini bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan pengalaman spiritual yang menembus batas ruang dan waktu, sekaligus memperlihatkan kebesaran dan kemahakuasaan Allah Yang Maha Kuasa.

Isra Mi’raj diawali dengan perjalanan malam (Isra) dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsa di Yerusalem. Dari sana, Rasulullah SAW melanjutkan perjalanan Mi’raj, naik menembus tujuh lapis langit hingga ke hadirat Allah SWT.

Namun penting dipahami, tempat-tempat yang dilalui Nabi Muhammad SAW di langit bukanlah Surga (jannah). Dalam bahasa Arab, Alquran secara tegas membedakan antara sama’ (langit) dan jannah (surga). Langit merupakan bagian dari alam semesta yang bersifat sementara dan akan hancur pada Hari Kiamat, sedangkan jannah adalah negeri keabadian, tempat kembali orang-orang beriman.

Allah SWT berfirman:  

فَقَضٰىهُنَّ سَبْعَ سَمٰوَاتٍ فِيْ يَوْمَيْنِ وَاَوْحٰى فِيْ كُلِّ سَمَاۤءٍ اَمْرَهَا ۗوَزَيَّنَّا السَّمَاۤءَ الدُّنْيَا بِمَصَابِيْحَۖ وَحِفْظًا ۗذٰلِكَ تَقْدِيْرُ الْعَزِيْزِ الْعَلِيْمِ 

Artinya: "Lalu, Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa dan pada setiap langit Dia mewahyukan urusan masing-masing. Kemudian langit yang paling dekat (dengan bumi), Kami hiasi dengan bintang-bintang sebagai penjagaan (dari setan). Demikianlah ketetapan (Allah) Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui." (QS Fussilat [41]:12)

Dalam perjalanan Mi’raj, Nabi Muhammad SAW naik dari sebuah batu yang kini berada di dalam Kubah Shakhrah, bangunan berkubah emas yang menjadi simbol kota Yerusalem. Perjalanan ini menjadi bukti bahwa hukum ruang dan waktu sebagaimana dipahami manusia tidak berlaku bagi kekuasaan Allah SWT.

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research