Kakorlantas Pantau Arus Mudik, Volume Kendaraan Mulai Meningkat

8 hours ago 5

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI — Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho memantau langsung perkembangan arus mudik dari Jasa Marga Tollroad Command Center (JMTC) di Jatiasih, Bekasi, Sabtu (14/3/2026) dini hari WIB. Kakorlantas melakukan kegiatan ini bersama Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi dan Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Rivan A Purwantono.

Hasil pemantauan menunjukkan volume kendaraan mulai meningkat pada hari pertama pelaksanaan Operasi Ketupat sepanjang Jumat (13/3/2026). Meski demikian, kondisi lalu lintas di jalan tol maupun jalur arteri masih stabil sehingga rekayasa lalu lintas belum diberlakukan.

“Dari hasil pemantauan hari ini kondisi arus masih cukup terkendali. Memang ada peningkatan, namun belum signifikan. Sampai saat ini harkamtibmas juga cukup terkendali dan tidak ada peristiwa menonjol,” kata Agus.

Ia menjelaskan, Operasi Ketupat tidak hanya berfokus pada pengaturan lalu lintas kendaraan. Polri juga memantau keamanan dan ketertiban masyarakat selama masa mudik hingga arus balik Lebaran.

Pemantauan dilakukan melalui berbagai sarana, termasuk kamera pengawas di jaringan tol serta koordinasi dengan sejumlah instansi terkait. Aparat juga menyiapkan skenario pengamanan di berbagai titik yang berpotensi menjadi pusat keramaian.

“Operasi Ketupat bukan hanya di bidang lalu lintas. Negara hadir untuk memastikan rangkaian kegiatan Ramadhan hingga Idul Fitri berjalan aman dan kondusif,” ujar Agus.

Kakorlantas juga menyoroti masih ditemukannya kendaraan sumbu tiga atau over dimension yang melintas di jalur tol. Temuan tersebut muncul dari hasil pemantauan bersama Kementerian Perhubungan dan operator jalan tol.

“Hasil monitoring masih ada satu dua kendaraan yang over dimension melintas. Ini akan terus kami lakukan sosialisasi, termasuk perintah Pak Menteri untuk menindak tegas,” kata Agus.

Ia mengimbau para pelaku usaha logistik mematuhi aturan pembatasan kendaraan selama Operasi Ketupat. Kepatuhan tersebut diperlukan guna menjaga keselamatan serta kelancaran perjalanan masyarakat yang melakukan mudik.

Arus kendaraan masih kondusif

Menhub Dudy Purwagandhi menilai kondisi arus kendaraan pada hari pertama Operasi Ketupat masih relatif normal meski terdapat sedikit kenaikan volume lalu lintas. Pemerintah akan terus memantau perkembangan pergerakan kendaraan, terutama pada malam hari saat potensi lonjakan arus mulai terjadi.

“Sejauh ini masih berjalan sedikit di atas normal, tetapi relatif kondusif. Kita akan terus memonitor karena kemungkinan bangkitan arus bisa terjadi, biasanya setelah buka puasa,” kata Dudy.

Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Rivan A Purwantono menyebut arus kendaraan yang keluar dari Jakarta mulai meningkat pada hari pertama Operasi Ketupat. Pergerakan kendaraan masih dapat dikendalikan tanpa penerapan rekayasa lalu lintas.

“Dari proyeksi Jasa Marga, jumlah kendaraan yang sudah keluar dari Jakarta mencapai sekitar 14 persen atau sekitar 285 ribu kendaraan,” ujar Rivan.

Arus kendaraan yang mengarah ke Trans Jawa hingga saat ini masih menjadi pergerakan paling dominan. Jalur menuju Bandung maupun Sumatra melalui Pelabuhan Merak belum menunjukkan peningkatan signifikan.

Lonjakan arus kendaraan masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan seiring mendekatnya puncak arus mudik. Aparat bersama instansi terkait akan terus memantau situasi dari pusat kendali lalu lintas serta di lapangan.

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research